News
·
4 Juni 2021 13:46
·
waktu baca 1 menit

Ramai Bus Pecah Ban di Harmoni karena Vulkanisir, Transjakarta Beri Penjelasan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ramai Bus Pecah Ban di Harmoni karena Vulkanisir, Transjakarta Beri Penjelasan (38329)
searchPerbesar
Ilustrasi jalur transjakarta. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Bus Transjakarta dengan nomor TJ217 rute PGC – Harmoni (5C) mengalami pecah ban depan bagian kanan sekitar pukul 07.30 WIB Kamis (3/6) kemarin. Kejadian itu terjadi saat bus melintas di lampu merah Harmoni dari Juanda arah Harmoni.
ADVERTISEMENT
Beredar di media sosial, ban yang digunakan bus Transjakarta itu merupakan ban vulkanisir atau ban bekas. Menanggapi hal itu, Direktur Utama Transjakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo memastikan bus Transjakarta tidak menggunakan ban vulkanisir.
“Transjakarta tidak pernah menggunakan ban vulkanisir pada semua armada baik swakelola maupun milik operator. Kami memastikan Transjakarta memberikan yang terbaik, baik dari sisi pelayanan maupun semua fasilitas yang disediakan,” ujar Sardjono dalam keterangannya, Jumat (4/6).
Atas kejadian pecah ban yang terjadi di Harmoni, kata dia, murni terjadi karena pecah ban. Bukan karena menggunakan ban vulkanisir.
“Ini murni pecah ban. Semua ban kita original hanya saja pada armada tersebut ban produksi 2016, sehingga saat pecah terlihat seperti vulkanisir lepas. Harus dipahami, jika ban mengalami pecah, bukan berarti vulkanisir sebab pada ban original pun bisa terjadi,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Terkait kejadian pecah ban ini lanjut Jhony, kondisi ban masih dalam keadaan baik (TWI 5,7 mm). Bahkan, bus terakhir kali dilakukan uji KIR pada 9 Februari 2021 dan lulus untuk melayani seluruh masyarakat.
“Adapun saat ban pecah, pihak kepolisian mengarahkan armada untuk tetap melaju hingga halte Harmoni sehingga kondisi ban mengalami sobek di sekelilingnya. Transjakarta masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti,” terangnya..