kumparan
17 Mei 2018 12:48

Rangkaian Teror dari Mako Brimob hingga Mapolda Riau

Pengamanan di Mako Brimob usai kerusuhan. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Dalam seminggu ini, masyarakat dikejutkan dengan serangkaian aksi teror yang dilakukan oleh jaringan kelompok teroris. Hal ini tentunya membuat perhatian masyarakat tertuju ke sana.
ADVERTISEMENT
Aksi teror bermula saat rusuh di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Selasa (8/5) lalu. Polisi menyebut kerusuhan tersebut dipicu akibat makanan. Selama 40 jam rutan Mako Brimob dikuasai oleh narapidana teroris.
Negosiasi dilakukan terus menerus dari pihak Polri dengan para narapidana teroris tersebut. Selama 40 jam tersebut pula, arahan terus diberikan dari pimpinan Polri. Wakapolri Komjen Syafruddin pun turun langsung menghadapi negosiasi, menggantikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang sedang berada di luar negeri.
Komjen Syafruddin memberikan arahan terhadap ratusan perwira yang bertugas di Mako Brimob terkait dengan peristiwa penyanderaan yang terjadi di sana.
Akhirnya, rusuh narapidana teroris bisa diredakan dan berakhir damai. Kemudian, mereka dipindahkan ke lapas dengan penjagaan maksimum, yakni Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih di Nusakambangan, Jawa Tengah. Namun, 5 anggota Densus 88 tewas di tangan narapidana terorisme.
ADVERTISEMENT
Kemudian, beberapa hari berselang, di hari Minggu (13/5) yang tenang, harus diguncangkan dengan ledakan bom di tiga gereja di Surabaya. Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia dan Gereja Pantekosta yang menjadi sasaran. Ketiga gereja tersebut pada saat ledakan bom terjadi sedang menggelar Ibadah Minggu.
Gereja Pantekosta Pusat Sawahan Jalan Arjuno (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Korban pun berjatuhan dari jemaat gereja yang sedang beribadat. Akibatnya 18 terenggut dari peristiwa tersebut. Selain korban, pelaku yang ternyata satu keluarga itu melakukan bom bunuh diri. Bahkan dalam pemboman tersebut melibatkan anak-anak dan permpuan.
Usai kejadian, Presiden Joko Widodo didampingi Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meninjau langsung ke lokasi kejadian. Jokowi menysalkan kejadian tersebut yang melibatkan perempuan dan anak-anak.
ADVERTISEMENT
"Kemarin saya lihat langsung pelaku bom yang ada di tiga lokasi Surabaya. Dua anak kecil perempuan umur 9 tahun dan 12 tahun diberi sabuk bom, diantar ayahnya dan turun dan ibunya meledak di depan gereja," ungkap Jokowi.
Kemudian, tak lama setelah kedatangan Jokowi di Surabaya, ledakan bom ada lagi di Rusun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Letak rusun Wonocolo ini berada 14 km dari Gereja Santa Maria yang meledak pagi harinya.
Polisi pun bergerak cepat untuk mengevakuasi warga. Saat ini tim gegana sudah tiba di lokasi untuk menyisir kerusakan akibat terjadinya ledakan bom.
Suasana di kawasan Polrestabes Surabaya. (Foto: Jamal Ramadhan/ kumparan)
Akibat ledakan di rusunawa, satu orang tewas. Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. M Iqbal menjelaskan, ledakan itu diduga dilakukan oleh terduga teroris.
ADVERTISEMENT
Seorang pelaku pun berhasil dilumpuhkan polisi, diduga akan ledakkan bom saat berada di dalam kamar Rusun Wonocolo. Ia diduga akan meledakkan bom dalam sebuah ransel, dengan sebuah alat picu.
Kejadian teror pun seakan tak berakhir di Surabaya. Senin (14/5) tepatnya pukul 08.50 WIB serangan teror terjadi di halaman Polrestabes Surabaya. Serangan bom ini juga dilakukan oleh sebuah keluarga. Empat orang tewas dalam serangan bom bunuh diri tersebut. Mereka semuanya adalah pelaku pengeboman. Namun, dalam peristiwa tersebut, ada anak dari terduga teroris yang diselamatkan anggota Polri.
Dua jenazah terduga teroris di Mapolda Riau. (Foto: Dok. Istimewa)
Usai di Surabaya, aksi teror kembali terjadi di Mapolda Riau, Pekanbaru. Empat orang tidak dikenal menyerang Mapolda Riau di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru pagi ini, Rabu (16/5). Penyerangan dilakukan dengan cara menerobos Mapolda menggunakan mobil.
ADVERTISEMENT
Begitu mobil ditabrakkan ke gerbang Mapolda, para pelaku menyerang menggunakan senjata tajam. Namun mereka dilumpuhkan petugas kepolisian yang berjaga. Penyerangan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, aksi ini merenggut salah satu anggota Polri yang berdinas di Ditlantas Polda Riau. Ia juga merupakan sopir Wakapolri Komjen Syafruddin saat bertugas menjadi Kasubdit Reggiden Ditlantas Polda Riau.
"Waktu Pak Wakapolri jadi Kasubdit Reggiden Ditlantas Polda Riau, almarhum merupakan sopirnya. Dia memang agamis, sering mengaji, membantu dan juga suka azan," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal.
Terduga Teroris (Foto: Putri Sarah Arifira/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan