News
·
1 April 2020 8:08

Rangkuman Kabar Baik tentang Corona di Indonesia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rangkuman Kabar Baik tentang Corona di Indonesia (59830)
Warga mencuci tangan di area cuci tangan untuk publik di depan Museum Sonobudoyo, DI Yogyakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Seluruh dunia masih berjuang melawan virus corona. Setiap hari, ribuan orang meninggal dunia, ratusan tenaga kesehatan terinfeksi, tak terkecuali di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, di tengah physical distancing dan lonjakan penderita, masyarakat Indonesia berhak mendapat kabar baik. Berita tak melulu soal kabar buruk.
Berikut kumparan rangkum kabar baik tersebut:
  1. Sumbangan untuk Penanganan Corona Nasional Capai Rp 80 Miliar
Masih banyak masyarakat yang saling membantu menangani wabah corona sesuai porsinya masing-masing. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, hingga Senin (31/3), telah menerima sumbangan Rp 80 miliar.
“Sampai hari ini, Gugus Tugas COVID-19 berterima kasih, telah menerima sumbangan masyarakat yang cukup besar, kami yakin akan tetap bertambah melalui rekening COVID-19 lebih dari Rp 40 miliar, dan relawan gugus tugas lebih dari Rp 40 miliar,” ungkap juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto.
ADVERTISEMENT
  1. Warga DKI Tak Perlu ke Pasar, Tinggal Telepon lalu Diantar
Perumda Pasar Jaya membuat program belanja di pasar secara online agar warga tak perlu repot-repot berbelanja di tengah wabah corona. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan ada 50 pasar di DKI yang siap melayani pesan antar.
"Jadi kebutuhan pokok untuk warga Jakarta insyaallah bisa terpenuhi tanpa harus bepergian, cukup hubungi pedagang," ujar Anies, saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3).
Warga yang biasanya membeli barang pokok di pasar bisa langsung menghubungi pedagang. Barang belanjaan akan langsung diantar ke rumah. Caranya, cukup buka website atau instagram @perumdapasarjaya untuk mengetahui daftar dan nomor telepon pedagang.
  1. Jokowi Gratiskan Listrik 24 Juta Pelanggan PLN Selama 3 Bulan
ADVERTISEMENT
Untuk meringankan kebutuhan masyarakat yang terdampak corona, Presiden Jokowi akan menggratiskan pemakaian listrik selama 3 bulan untuk 24 juta pelanggan rumah tangga 450 VA. Pelanggan listrik 450 VA adalah masyarakat miskin yang selama ini mendapat subsidi dari pemerintah.
Rangkuman Kabar Baik tentang Corona di Indonesia (59831)
Petugas ambulans yang mengenakan pakaian hazmat, tiba di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (5/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Jokowi juga memberikan keringanan untuk pelanggan rumah tangga 900 VA yang tidak mampu. Tujuh juta pelanggan listrik subsidi 900 VA akan mendapat diskon tarif sebesar 50 persen untuk 3 bulan.
"Artinya bayar separuh saja untuk April, Mei, Juni," ujar Jokowi.
  1. Pemerintah Kaji Pemberian BLT ke 20-40% Warga yang Terdampak Corona
Pemerintah sedang mengkaji bantuan langsung tunai (BLT) ke kalangan ke 29,3 juta warga menengah ke bawah yang penghasilannya terdampak corona. Hitungan pastinya tengah digodok Kemenkeu sekitar 20 persen atau 40 persen.
ADVERTISEMENT
"Jadi sekarang begini sekarang Bu Ani (Sri Mulyani) lagi menghitung gimana 40 persen [warga] ke bawah ada BLT, apakah 40 atau 20 persen lagi dihitung dengan cermat," ungkap Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam video pers rilis yang dikeluarkan Kemenko Marves.
"Kami mencoba koordinasi dengan pemda, terutama DKI, asosiasi pasar, dan lain-lain. Kedua, yang paling terdampak adalah pelaku usaha transportasi online, Gojek dan Grab. Kami minta data dari Gojek, Grab dan juga sebenarnya beberapa terkait dengan transportasi online lain dan pekerja informal harian lain," jelas Susiwijono saat video conference, Kamis (26/3).
  1. Larangan WNA Masuk dan Transit di RI Berlaku 2 April
Per 2 April 2020, WNA akan dilarang masuk maupun transit di Indonesia demi menekan penularan virus corona. Meski WNA dilarang masuk, ada WNA dengan 6 alasan tertentu yang masih bisa masuk Indonesia dengan syarat 14 hari karantina. Yakni:
ADVERTISEMENT
Orang Asing Pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap; Orang Asing Pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas; Orang Asing pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas; Tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan. Hal ini didasari oleh alasan kemanusiaan (humanitarian purpose); Awak alat angkut baik laut, udara maupun darat; dan Bagi orang asing yang akan bekerja pada proyek-proyek Strategis Nasional.
WNA pengecualian tersebut harus memenuhi persyaratan:
Adanya surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan dari masing-masing negara; Telah berada 14 hari di wilayah/negara yang bebas COVID-19; Pernyataan bersedia untuk dikarantina selama 14 (empat belas) hari yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
  1. Tukang Cukur Garut Akan Dimudahkan Bayar Cicilan Rumah
Ribuan tukang cukur rambut asal Garut banyak yang pulang kampung karena was-was tak dapat penghasilan di kota saat wabah corona.
Ketua Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG), Irawan, telah mengajukan usulan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono agar anggotanya mendapat keringanan cicilan rumah mereka di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Kabar baiknya, usulan itu disetujui Basuki.
"Agar para seniman rambut Garut yang mengambil perumahan di perumahan khusus seniman rambut, Perum PPRG, agar diberikan kemudahan atau menangguhkan cicilannya dari BTN," ungkap Irawan.
"Alhamdulillah Bapak Menteri setuju dan menerima usulan saya. Secara teknisnya nanti kita menunggu arahan Bapak Menteri PUPR," tuturnya.
  1. Telat Bayar Pajak Kendaraan hingga 29 Mei Tak Didenda
ADVERTISEMENT
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menutup sementara layanan perpanjangan SIM, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hingga STNK sejak 24 Meret hingga 29 Mei. Dengan begitu, mereka yang telat bayar pajak kendaraan dan jatuh tempo hingga 29 Mei tidak akan didenda.
“Selama KLB (Kejadian Luar Biasa) COVID-19, yang terlambat bayar pajak sampai tanggal 29 Mei tidak didenda,” kata Kakorlantas Irjen Pol Istiono.
“Pajak diatur oleh Pemda masing-masing. Saya sudah sampaikan kemarin untuk koordinasi,” ujar Istiono.
  1. Warga DKI Bakal Terima Masker Gratis
Untuk mengatasi kelangkaan masker, Pemprov DKI bersama PD Pasar Jaya tengah menyiapkan masker gratis bagi warga Ibu Kota. Nantinya, distribusi ini bakal disalurkan lewat jalur -jalur kelurahan hingga RT/RW.
ADVERTISEMENT
"Kita ingin masyarakat lebih banyak kenakan masker dan kita akan bagikan secara cuma-cuma lewat jalur kelurahan, RT, RW. Sedang disiapkan, begitu siap didistribusikan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Ke depan kita sedang siapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan masker lewat jalur-jalur kelurahan, karena ini sedang disiapkan," ucap Anies.
  1. Sudah 81 Orang di Indonesia Sembuh dari Corona
Per Senin, jumlah pasien COVID-19 yang sembuh bertambah enam, total menjadi 81 orang. Enam pasien sembuh itu tersebar di Provinsi Banten, Jawa Barat, DIY, hingga Kalimantan Barat. Sesuai prosedur penanganan COVID-19, para pasien sembuh telah melalui uji tes swab PCR sebanyak dua kali.
==========
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
ADVERTISEMENT