kumparan
4 Okt 2018 22:02 WIB

Ratna Sarumpaet Dicegah di Bandara, Gerindra Tak Beri Bantuan Hukum

Ratna Sarumpaet menangis saat konferensi pers terkait kebohongannya, Rabu (3/10/2018). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, penangkapan Ratna Sarumpaet di Bandara Soekarno-Hatta merupakan bagian dari proses hukum. Menurut dia, Ratna pantas diperiksa polisi untuk mendalami kebohongan besar yang ia ungkapkan kepada publik.
ADVERTISEMENT
“Penangkapan itu saya kira bagian dari proses hukum. Polisi memang seharusnya memeriksa Ratna untuk meminta keterangan lebih dalam terkait hoaks penganiayaan fiktif yang Mbak Ratna lakukan,” kata Andre saat dihubungi, Kamis (4/10).
Menurut Andre, pihaknya tak akan memberikan bantuan hukum kepada Ratna, sebab yang bersangkutan telah merugikan banyak pihak. Andre merasa kecewa atas hoaks penganiayaan itu karena memicu perpecahan.
“Pokoknya kita serahkan ke pihak kepolisian untuk menegakkan hukum,” terangnya.
”Perbuatan Ratna mesti dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat Indonesia,” tutup Andre.
Sebelumnya, Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Cile. Ratna sebelumnya membuat berita hoaks dengan mengaku dianiaya oleh sekelompok orang. Namun, ternyata Ratna berbohong, sebab luka lebam di sekujur wajahnya itu dikarenakan operasi plastik, bukan penganiayaan.
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan