News
·
3 Februari 2021 19:36

Rektor UGM Minta Menkes Masukkan GeNose dalam Ekosistem Alkes Resmi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rektor UGM Minta Menkes Masukkan GeNose dalam Ekosistem Alkes Resmi (68956)
Petugas mengetes kantong nafas milik pegawai PT KAI (Persero) dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (23/1). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Rektor UGM Panut Mulyono meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menjadikan GeNose ke dalam ekosistem alat kesehatan resmi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas alat pendeteksi COVID-19 itu agar lebih baik.
ADVERTISEMENT
"Terima kasih atas dukungan dari komisi IX ini untuk GeNose dan saya yakin dengan semangat dari komisi IX yang luar biasa kita sebagai bangsa akan mempunyai daya saing yang tinggi dan harapannya riset-riset kita juga, bangsa adidaya teknologi, yang akan jadi adidaya ekonomi," ujar Panut saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (3/2).
"Soal GeNose, pak Menkes mohon kami dibimbing sehingga nanti GeNose itu bisa masuk dalam ekosistem kesehatan. kurangnya apa peneliti kami akan terus bekerja memperbaiki dan harapannya menjadi alat resmi yang masuk ekosistem kesehatan," lanjut Panut.
Pemerintah menaruh perhatian terhadap alat screening virus corona yang berhasil dikembangkan UGM, GeNose. Setelah mendapat izin edar dari Kemenkes, alat ini akhirnya dipasang di fasilitas umum, seperti Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
GeNose bekerja dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi yang keluar bersama napas melalui embusan napas ke dalam kantong khusus.
Adalah Profesor Kuwat Triyana, inventor GeNose. Kuwat tidak sendiri, dia bersama tim yang terdiri dari para peneliti handal lainnya di UGM. Antara lain adalah Dian Kesumapramudya Nurputra.