kumparan
3 Juni 2018 15:20

Relawan: Gatot Cium Tangan SBY karena Hormati Senior di TNI

Gatot Nurmantyo dan relawannya (Foto: Prabarini Kartika/kumparan)
Sikap Gatot Nurmantyo mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara buka bersama Sabtu (2/6), memicu spekulasi soal pesan politik Gatot untuk Pemilu 2019. Gatot dianggap sedang melobi SBY agar diusung sebagai capres melalui poros ketiga.
ADVERTISEMENT
Namun, anggapan itu ditepis oleh Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN) --relawan Gatot Nurmantyo di 2019--. Ketua Umum RSPN, Rama Yumatha, menyebut sikap Gatot itu tak lebih dari hormat junior kepada SBY di TNI.
"Sebagai relawan, kami hanya melihat sebagai senioritas saja di dalam ranah TNI, Pak Gatot menghormati Pak SBY. Karena yang saya tahu hubungan Pak Gatot dan Pak SBY ya seperti itu sopan dan santunnya," ucap Rama kepada kumparan, Sabtu (3/6).
Gatot cium tangan SBY (Foto: dok. Istimewa)
Menurut Rama, Gatot diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) oleh SBY saat masih menjadi presiden. Lalu karier militer Gatot menanjak menjadi Panglima TNI.
Rama enggan berspekulasi politik soal sikap Gatot tersebut. Menurutnya, memang ada opsi soal poros ketiga yang mungkin terjadi digawangi oleh Demokrat, PKB, PAN hingga PKS dengan mengusung capres Gatot, namun belum ada kejelasan soal rencana ini.
ADVERTISEMENT
"Kami pun bertemu dengan Partai Demokrat membicarakan itu (poros ketiga). Cuma yang punya hak itu kan bukan kami, Pak GN dan Pak SBY yang lebih kompeten mengenai hal itu," tuturnya.
Kadiv Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari menyebut hal yang sama, Gatot adalah junior SBY di TNI. Demokrat juga enggan berspekulasi lebih. "Senior dan junior hubungan yang sudah terbangun sejak di TNI," ucap Imelda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan