Remaja di Bantaeng Tewas Dipanah Geng Motor, Terduga Pelaku Ditangkap

12 Mei 2022 20:17
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Remaja di Bantaeng Tewas Dipanah Geng Motor, Terduga Pelaku Ditangkap (155838)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi borgol Foto: Fitra Andrianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Polisi menangkap dan menetapkan seorang terduga pelaku atas terbunuhnya remaja bernama Angga (17) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang tewas dengan luka anak panah busur tertancap di bagian dada.
ADVERTISEMENT
Kapolres Bantaeng AKBP Andi Kumara mengatakan, kurang dari 24 jam satu terduga pelaku berinisial IK (20), berhasil ditangkap di rumahnya Jalan Hambali 2, Bontosunggu, Kecamatan Bissappu, Bantaeng, Kamis (12/5).
"Sejauh ini, ada empat orang yang diamankan. Namun baru, 1 orang (IK) yang ditetapkan tersangka, sedangkan yang lainnya masih dalam proses pemeriksaan," kata Kumara kepada kumparan, Kamis (12/5).
Insiden ini terjadi pada Rabu (11/5) malam kemarin. Awalnya korban bersama rekannya nongkrong. Saat hendak pulang ke rumah, ia tiba-tiba diserang pelaku yang diduga kawanan geng motor. Pelaku kala itu langsung melepaskan anak panah busur dan mengenai dada Angga.
"Pelaku diduga lebih satu orang. Mereka ini menggunakan sepeda motor, menyerang korban dengan panah busur," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Usai menyerang korban, pelaku langsung melarikan diri. Sementara Angga, sempat mencari pertolongan, tapi nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke rumah sakit.
"Korban meninggal dunia dengan luka anak busur tertancap di dadanya," jelasnya
Berkat adanya laporan, kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Kurang dari 24 jam, satu terduga pelaku ditangkap. Polisi sebut pelaku inisial IK itu berperan sebagai eksekutor atau yang melepaskan panah.
"Pelaku ini eksekutor. Dia berboncengan tiga saat itu dan dialah yang melesatkan anak panah itu," katanya lagi.
Di hadapan petugas, IK mengakui perbuatannya. Ia sebut menyerang korban lantaran dendam.
Atas perbuatannya, IK disangkakan Pasal 80 (3) Jo Pasal 76 C UU Nomor 35/2014, perubahan atas UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020