kumparan
10 Januari 2020 13:55

RI-Jepang Buat Forum Bersama Tanggulangi Terorisme dan Deradikalisasi

PTR, Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Menkopolhukam Mahfud MD menerima Direktur Jenderal Penanggulangan Terorisme Jepang Shigenobu Fukumoto, di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Pertemuan itu turut dihadiri Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius.
ADVERTISEMENT
Pertemuan di kantor Kemenko Polhukam berlangsung tertutup. Pertemuan berlangsung dari pukul 10.30 sampai 11.30 WIB.
Mahfud MD mengatakan, pertemuan kali ini membahas kerja sama Indonesia dengan Jepang dalam bidang penanggulangan terorisme dan deradikalisasi.
Menko Polhukam Mahfud MD
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
“Ya kerja sama pemberantasan terorisme dan deradikalisasi. Itu kan sekarang jaringannya sudah internasional misalnya soal FTF (Foreign Terrorist Fighters). Ya Foreign Terrorist Fighters itu banyak kita punya. Itu banyak yang mesti kita pulangkan,” ungkap Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jumat (10/1).
“Jepang juga khawatir terhadap terorisme kan karena sekarang terorisme lebih canggih kan. Pertama melibatkan perempuan dan anak-anak, yang kedua transfer uangnya sudah melalui ini HP,” sambungnya lagi.
Mahfud menyebutkan, saat ini ada sekitar 6.000 warga Indonesia yang teridentifikasi sebagai teroris di berbagai negara. Hal itu menjadi perhatian pemerintah Indonesia, yang turut dibicarakan bersama pihak Jepang.
Ilustrasi Densus 88
Ilustrasi Densus 88 Foto: MN Kanwa/ANTARA
Bentuk kerja sama tersebut, kata Mahfud, mencakup kerja sama dalam pembentukan tim penanggulangan hingga pengamanan kawasan.
ADVERTISEMENT
“Jadi banyak, banyak yang akan kita kerja samakan bahkan akan ada forum tim bersama lah yang membicarakan terorisme dan pengamanan kawasan,” ujarnya.
Menurut Mahfud, pembahasan kali ini masih merupakan tahap awal dari kerja sama Indonesia dan Jepang. Kerja sama tersebut masih akan dibicarakan secara lebih konkret di kemudian hari.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan