Ridwan Kamil soal Kemacetan di Puncak Bogor: Jangan Euforia, Tahan Diri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Bandung. Foto: Pemprov Jawa Barat
zoom-in-whitePerbesar
Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Bandung. Foto: Pemprov Jawa Barat

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meminta masyarakat agar menahan diri karena pandemi corona belum usai. Imbauan itu disampaikan terkait kemacetan yang terjadi di Jalur Puncak, Bogor, pada Minggu (29/8).

Pria yang akrab disapa Emil itu mengimbau agar warga tetap taat protokol kesehatan (prokes) dan mengurangi mobilitas. "Warga jangan euforia, kemarin di Puncak terpantau sangat padat," ujar Emil, di Hotel Pullman, Bandung, Senin (30/8).

embed from external kumparan

"Saya meminta masyarakat menahan diri, karena 5M itu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," imbuhnya.

Emil menjelaskan angka corona harian di Jabar memang turun sejak diberlakukannya PPKM. Penurunan dalam beberapa pekan itu juga diikuti dengan berkurangnya tingkat keterisian tempat tidur pasien atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit.

Lalu lintas kawasan wisata Puncak, Bogor, Minggu (29/8). Foto: Dok. Istimewa

"Hari ini BOR kita hanya 17 persen, kemudian juga tatap muka di sekolah di empat wilayah sudah bisa dilakukan di wilayah PPKM Level 2 di awal September ini, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Arus lalu lintas di Jalur Puncak, Bogor, terpantau padat pada Minggu (29/8). Bahkan kemacetan sepanjang 5 kilometer sempat terjadi dari Exit Tol Ciawi ke Cisarua.

Seorang warga, Chairunnisa, mengatakan ia terpaksa harus bersabar menunggu antrean kendaraan yang sudah menjejali jalan Tol Jagorawi. "Dari Pintu tol Sumarrecon macetnya. Kebanyakan pelat B," kata Cia, Minggu (29/8).

embed from external kumparan