kumparan
Politik1 Juli 2018 11:13

Rizal Ramli: Ada Gejala Polisi Main-main Politik Lagi

Konten Redaksi kumparan
Rizal Ramli di CFD
Rizal Ramli di CFD (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli berkomentar soal netralitas Polri. Ia menduga belakangan ini ada gejala Polri 'bermain' politik sehingga mengindikasikan bangkitnya dwifungsi dalam tubuh Polri.
ADVERTISEMENT
“Dulu kita hentikan (dwifungsi ABRI), saya bersama Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Pak Jenderal almarhum Agus Wirahadikusuma, Pak Nurcholis Majid. Itu komite reformasi angkatan bersenjata sebelum reformasi," tutur Rizal Ramli di sela kegiatan olahraga di Bunderan HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (1/7).
"Kita hentikan dwifungsi ABRI supaya ABRI tidak main politik. Belakangan ini ada gejala polisi main-main politik lagi,” kata Rizal lagi.
Rizal mengatakan gejala itu terlihat dari Komjen Pol Iriawan yang ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Ia menyarankan jika ingin terlibat dalam politik, polisi sebaiknya pensiun terlebih dahulu.
“Ya polisi misalnya diangkat sebagai penjabat gubernur dan sebagainya, janganlah. Polisi kan sudah paling bagus, kesejahteraannya paling baik selama ini. Yang kedua lebih bagus jangan main politik, kalau mau main politik ya pensiun,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Di kesemptan itu ia bercerita saat Gus Dur dulu memisahkan Polisi dengan TNI. Rizal menyebut, Gus Dur ingin polisi menjadi kekuatan sipil layaknya polisi di Inggris dan Skotlandia.
“Jangan lagi ada dwfiungsi. Karena Gus Dur dulu cita-citanya kepengen polisi Indonesia seperti Polisi Inggris mereka kan modalnya cuma pentungan enggak pakai senjata dan rakyat betul-betul merasa diayomi. Nah, yang kedua Skotlandia dalam penyelidikan sangat bagus gitu,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Kemendagri mengangkat Irjen Iriawan menjadi Pj Gubernur Jawa Barat. Keputusan ini menuai protes luas karena pemerintah menempatkan polisi aktif masuk dalam politik menjadi gubernur sementara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan