kumparan
2 Agustus 2019 21:02

Rocky Gerung: PAN Ujung Tombak Oposisi

Rocky Gerung di kumparan
Rocky Gerung saat diwawancara di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Sejumlah kader Partai Amanat Nasional (PAN) bersama kalangan akademisi menggelar FGD bertajuk “Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019”. Sejumlah figur yang hadir antara lain eks Komisioner KPU Chusnul Mar’iyah, pentolan aktivis ‘98 Ubaidillah Badrun, serta aktivis Rocky Gerung.
ADVERTISEMENT
Rocky Gerung mengingatkan tentang pentingnya PAN tetap menjadi oposisi. Menurut dia, dilihat dari sejarah, PAN selalu berada di barisan oposisi.
“PAN itu adalah, bukan sekadar ujung tombak, tapi pangkal dan ujung dari oposisi,” ungkap Rocky di Padepokan Silat TMII, Jumat (2/8).
Rocky mengulas sejumlah episode masa lalu di era Orde Baru. Ia hadir sebagai saksi hidup, menyimak perjalanan PAN serta pemikiran-pemikiran para pendirinya. Kata Rocky, PAN berdiri sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan.
“Saya masih ingat, ketika saya masih di tempatnya Toeti Herati, kita rapat Majelis Amanat Rakyat. Awal dipakai istilah amanat, amanat rakyat, terus pindah lagi. Jadi ada evolusi di dalam partai ini, yang intinya adalah oposisi,” kata Rocky.
“Jadi melekat dalam alam pikiran, melekat bahkan dalam mimpi aktivis PAN, bahwa partai ini diucapkan dengan dalil oposisi. Itu dasarnya,” imbuhnya lagi.
ADVERTISEMENT
PAN saat ini belum mengumumkan sikap resmi terkait posisinya untuk 5 tahun ke depan. Sikap resmi itu diagendakan akan lahir melalui Rakernas yang dikabarkan akan berlangsung di awal Agustus.
Internal PAN sendiri terbelah. Ada yang dengan tegas menolak masuk koalisi pemerintah seperti Ketua Dewan Kehormatan PAN AMien Rais. Sementara ada pula pengurus DPP yang menilai masuk koalisi Jokowi-Ma'ruf merupakan upaya untuk menyelamatkan partai.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan