News
·
7 Juli 2021 11:48
·
waktu baca 1 menit

Rocky Gerung Sebut Pandemi COVID-19 Jadi Beban untuk Kaum Perempuan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Rocky Gerung Sebut Pandemi COVID-19 Jadi Beban untuk Kaum Perempuan (198444)
searchPerbesar
Rocky Gerung saat diwawancara di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Pegiat demokrasi Rocky Gerung menilai pandemi COVID-19 memiliki dampak tersendiri bagi kaum perempuan. Menurut Rocky, akan ada masalah serius pasca pandemi dan beban itu dipikul kaum perempuan.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Rocky saat menjadi pembicara di acara diskusi Perempuan Amanat Nasional (PUAN) bertajuk 'Perempuan Politik dan Kepemimpinan' secara virtual.
"Dalam kondisi pandemi saat ini, itu seluruh anggaran yang turun untuk memelihara kesehatan justru merugikan perempuan itu. Dan dalam keadaan semacam ini beban perempuan untuk menghasilkan kembali generasi berpikir itu terhalang," kata Rocky, Rabu (7/7).
"Karena akan ada stunting setelah pandemi, akan ada bagian yang mampu untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan mereka yang upper class [kelas atas]," tambahnya.
Rocky Gerung Sebut Pandemi COVID-19 Jadi Beban untuk Kaum Perempuan (198445)
searchPerbesar
com-Di masa pandemi COVID-19, Bank BRI berupaya untuk tumbuh selektif dengan tetap memberikan dukungan terhadap pemberdayaan UMKM di Indonesia. Foto: Dok. BRI
Dosen Universitas Indonesia ini lalu bercerita mengenai adanya proposal isolasi mandiri dengan biaya mahal. Namun, terbentur dengan kondisi keuangan rakyat yang minim.
"Di Jakarta itu, di Indonesia, ada proposal siapa yang mau isoman masuk hotel biayanya ada Rp 60 juta satu bulan. Bayangkan yang emak-emak di dompetnya itu tinggal ada Rp 200 ribu dan anaknya mau ngapain dalam keadaan pandemi," urai Rocky.
ADVERTISEMENT
Menurut Rocky, politik negara seyogyanya harus dituntun dengan politik perempuan karena ada istilah 'Ibu Pertiwi'. Sebab perempuan lebih khatam soal keadilan ketimbang laki-laki.
"Laki-laki ahli dalam akumulasi. Laki laki ngerti justice [keadilan] setelah membaca Teori John Rawls dan segala macam. Perempuan tak perlu baca teori. Dia ketika hamil sudah menerapkan politik keadilan," papar Rocky.
Lebih dari itu, menurut Rocky, perempuan sebenarnya lebih kuat dari laki-laki dan politik sebenarnya akan berhasil jika diasuh oleh kaum perempuan.
"Tubuh perempuan didesain untuk menahan pain [rasa sakit]. Politik perempuan itu nature-nya memang dari alam, politik laki-laki dibuat. Politik itu akan berhasil kalau diasuh secara ethics [etika] oleh perempuan. Laki-laki dia lihat keadilan tapi dia tutup telinga. Hambatan itu ada pada arogansi laki-laki," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Dalam diskusi tersebut, hadir Ketum PUAN yang juga anggota Komisi IX DPR Intan Fauzi, aktivis pemilu Choirunnisa Agustyati, dan pakar hukum tata negara Bivitri Susanti.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020