News
·
30 Oktober 2018 1:34

RS Polri Minta Data Korban Lion Air ke Keluarga: KTP Hingga Foto

Konten ini diproduksi oleh kumparan
RS Polri Minta Data Korban Lion Air ke Keluarga: KTP Hingga Foto (109342)
Konferensi jumlah korban jiwa pesawat Lion Air (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Sebanyak 24 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 diterima oleh RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur hingga Senin (29/10) malam. Pihak keluarga korban diminta untuk memberikan data-data ante mortem kepada tim medis untuk membantu proses identifikasi.
ADVERTISEMENT
Kepala RS Polri, Kombes Pol dr Musyafak, mengatakan, ada beberapa data-data yang bisa diberikan oleh pihak keluarga kepada tim medis. Mulai dari KTP, rekam medis, hingga foto korban yang tampak gigi.
"Tentunya ada di dalam form kuning yang menjadi pedoman pengisian antemortem. Dan form itu sudah berstandar internasional. Jadi proses identifikasi di luar negeri pun sama. Itu meliputi tanda tanda identitas, properti yang barangkali dipakai atau dibawa pas bepergian. Kemudian tanda tanda medis misalnya bekas operasi, tato, ada ciri-ciri dan sebagainya," kata Musyafak di RS Polri, Selasa (30/10) dini hari.
"Atau mungkin kalau pernah pasang ring. Akan kita buka kalau kondisinya utuh. Kemudian KTP kalau ada terkait sidik jarinya. Atau ijazah. Kemudian juga foto yang tampak gigi. Tersenyum. Kalau memang tidak punya data medical record gigi gerigi," tambah Musyafak.
RS Polri Minta Data Korban Lion Air ke Keluarga: KTP Hingga Foto (109343)
Kantung Jenazah ke-20 Jatuhnya Pesawat Lion Air (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Melihat kondisi korban yang dibawa ke RS Polri dalam keadaan tak utuh, Musyafak mengatakan bahwa diperlukan juga data DNA dari pihak keluarga untuk mempermudah proses identifikasi.
ADVERTISEMENT
"Melihat kasus sekarang, kecelakaan pesawat ini, mungkin selain gigi gerigi, juga dibutuhkan sampel DNA. Dalam hal ini, putra putri atau orang tuanya," ujar Musyafak.
Nantinya tim medis akan melakukan pengecekan kepada seluruh bagian tubuh yang sudah diterima oleh RS Polri berdasarkan data ante mortem yang diberikan oleh pihak keluarga. "Yang dibawa ke sini semua kita periksa korbannya," pungkas Musyafak.