Rusia Minta Turki Tidak Serang Milisi Kurdi di Suriah

23 November 2022 16:23
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov. Foto: Sergei Karpukhin/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov. Foto: Sergei Karpukhin/Reuters
ADVERTISEMENT
Pemerintah Rusia meminta Turki menahan diri untuk tidak menyerang milisi Kurdi yang ada di Suriah. Turki diketahui merencanakan serangan darat ke basis pertahanan Kurdi negara tetangganya itu.
ADVERTISEMENT
Juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan serangan yang dilakukan oleh Turki telah menyebabkan ketidakstabilan di wilayah konflik tersebut.
"Kami memahami dan menghormati kekhawatiran Turki mengenai keamanannya sendiri. Kami percaya ini adalah hak hukum Turki," ujar Peskov yang dikutip oleh The New Arab.
Kendaraan tentara Turki saat di Suriah. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan tentara Turki saat di Suriah. Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN
"Kami masih meminta semua pihak untuk menahan diri dari langkah-langkah yang dapat menyebabkan situasi yang sangat tidak stabil," tambahnya.
Sejak Minggu (20/11), Turki meluncurkan serangkaian serangan yang menargetkan pangkalan militan Kurdi di Suriah utara dan Irak. Menurut laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, Setidaknya 37 orang tewas dalam serangan akhir pekan lalu.
Suriah pun melakukan serangan balasan yang menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang anak di kota Karkamis yang terletak di perbatasan Turki.
ADVERTISEMENT
Melihat eskalasi konflik, Rusia mengatakan serangan ini hanya akan menjadi bumerang dan memperkeruh situasi keamanan.
Komentar serupa juga dikemukakan ketika perwakilan Rusia, Turki, dan Iran ketika bertemu di Ibukota Kazakhstan Astana. Pertemuan digelar untuk pembicaraan trilateral terkait dengan Suriah.
Utusan khusus Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentyev mengatakan bahwa mereka berharap dapat meyakinkan Turki agar menahan diri dalam menggunakan kekuatan militer di Suriah.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Rusia telah berbulan-bulan melakukan segala yang mungkin untuk mencegah operasi darat skala besar," kata Lavrentyev.

Erdogan Perintahkan Serangan Darat

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan gelar konferensi pers di Auditorium BICC, Bali, Rabu (16/11).  Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan gelar konferensi pers di Auditorium BICC, Bali, Rabu (16/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Kendati Rusia meminta menahan diri, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan siap meluncurkan serangan darat ke milisi Kurdi di Suriah. Pasukan darat dan tank akan dikerahkan pada operasi tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kami terus menekan teroris dalam beberapa hari terakhir lewat pesawat, meriam dan senjata," kata Erdogan.
"Insyaallah, kami akan membasmi mereka sesegera mungkin bersama tank dan tentara kami," sambung dia.
Turki menyatakan serangan ke milisi Kurdi merupakan aksi balas dendam atas serangan bom di Istanbul pekan lalu. Turki menuduh milisi Kurdi sebagai otak di balik aksi teror tersebut.
Tudingan Turki dibantah keras Partai Pekerja Kurdi (PKK). Kelompok itu menegaskan sama sekali tidak terlibat pada serangan di Istanbul yang menewaskan enam orang itu.
Ketegangan antara Turki melawan PKK bermula pada 1984. Sejak saat itu sebanyak 40 ribu orang tewas akibat pertempuran tanpa ujung tersebut.
Turki lalu memasukkan PKK ke dalam daftar hitam kelompok teroris. Langkah Turki diikuti oleh sekutunya di NATO yaitu Amerika Serikat dan Uni Eropa.
ADVERTISEMENT
Penulis: Thalitha Yuristiana.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020