kumparan
15 Juli 2019 14:14

Saat Ketua MK Salah Sebut Gerindra Jadi Gerindo: Saking Laparnya

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) menskors sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Sembilan hakim konstitusi terus mengebut sidang sengketa pileg 2019 sejak 9 Juli 2019. Di dalam persidangan, hakim kerap kali bergurau saat merespons keterangan para pihak baik pemohon, termohon, atau terkait.
ADVERTISEMENT
Kini, hakim konstitusi yang juga Ketua MK, Anwar Usman, ikut bergurau karena sempat salah menyebut Partai Gerindra. Saat tengah mengesahkan sejumlah barang bukti, Anwar salah menyebut Gerindra menjadi Gerindo.
"Selanjutnya Gerindra Jatim I bukti T001, Jatim I Gerindo... Gerindra. Sampai salah sebut saking laparnya," ujar Anwar Usman tertawa di ruang sidang MK, Jakarta, Senin (15/7).
Dia menyebut, mulai hilang fokus lantaran lapar. Sebelumnya, dia juga sempat menyebut hanya sarapan bubur kacang hijau saja sebelum sidang. Hal ini terungkap ketika kuasa hukum salah satu pihak terkait tiba-tiba meralat daftar alat buktinya.
"Kan belum dibacakan. Tadi itu maksudnya dari termohon menanggapi, aduh terlalu semangat," kata Anwar.
Pengacara salah satu pihak terkait kemudian mengatakan dirinya sudah lapar. Anwar pun menimpali bahwa dirinya juga sama laparnya.
Ketua Hakim MK, Anwar Usman saat Sidang lanjutan PHPU di Mahkamah Konstitusi, Kamis (27/6). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
"Sama saya juga sudah lapar. Bapak mungkin sudah sarapan, saya belum nih. Baru makan bubur tadi. Bubur kacang hijau," tawa Anwar Usman.
ADVERTISEMENT
Gurauan di ruang sidang kemudian berlanjut saat kuasa hukum Demokrat, Natalia Sahetapy mengucapkan terima kasih kepada hakim saat tengah disahkan alat buktinya.
"Waduh luar biasa. Baru sekali ini nih dengar terima kasih. Terima kasih kembali. Ya baik, itu untuk menahan rasa lapar nih. Dua-duanya dinyatakan sah (alat bukti)," tutup Anwar Usman tertawa.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan