kumparan
8 Juni 2018 19:47

Said Aqil: NU Paling Benci Agama Dijadikan Alat Politik

Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU.
Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU. (Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan kembali bahwa dalam berpolitik, terutama berpolitik praktik untuk meraih kekuasaan jangan memakai istilah-istilah keagamaan, bahkan mendompleng segala bentuk peribadatan untuk kampanye.
ADVERTISEMENT
Terlebih saat ini sedang berlangsungnya kampanye pilkada serentak di berbagai daerah. Penegasan ini diungkapkan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).
"Dari dulu NU paling menolak, paling benci agama dijadikan alat politik," kata Said Aqil.
Menurutnya, agama itu murni dan mulia dengan nilai-nilai ketuhanan yang suci.
"Agama itu murni, agama itu mulia, agama itu suci nilai-nilai ilahiah, nilai-nilai Tuhan jangan untuk kepentingan sesaat," tegas Said Aqil.
Salah satu contohnya yang diungkapkan oleh Said Aqil ibadah salat atau pun pemberian zakat selalu ditonjolkan dalam setiap kampanye kepala daerah. Hal ini kata Said Aqil merupakan penggunaan agama dalam politik praktis.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan