kumparan
News12 Juli 2018 11:00

Saksi Mata: Ledakan di Ruko Sangat Keras, Material Langsung Terpental

Konten Redaksi kumparan
Tim labfor, Ruko meledak
Tim labfor (laboratorium forensik) mabes polri di lokasi ledakan. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Sebuah ruko di Grand Wijaya Center, Blok F, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, meledak. Kebocoran gas dinilai menjadi pemicu ledakan ruko di Jaksel yang melukai pedagang kaki lima tersebut.
ADVERTISEMENT
Seorang saksi mata mengatakan, ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut terdengar cukup keras, hingga membuat material bangunan terpental.
“Suara (ledakan) cukup keras. Tiba-tiba ada suara ledakan. Kaca-kaca di depan ruko juga ikut pecah puingnya kemana-mana," ucap pedagang asongan, Oban, di lokasi, Kamis (12/7).
Beruntung, kejadian itu terjadi sekitar waktu subuh, sehingga belum ada aktivitas di area ruko tersebut. Hanya saja, kejadian tersebut sangat mengagetkannya sebab ia biasa tidur di depan ruko tersebut.
"Saya kaget dan langsung lari. Karena hampir kena puing," lanjut dia.
Lokasi ledakan, Ruko Grand Wijaya Center
Batas garis polisi di lokasi kejadian ledakan Ruko Grand Wijaya Center. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Sementara itu, pegawai ruko kecantikan yang lokasinya bersebelahan dengan ruko tersebut tak mendengar kejadian tersebut secara langsung. Ia hanya mengetahui saat ia datang ke rukonya untuk bekerja.
ADVERTISEMENT
Namun, karena area di TKP masih diberi garis polisi, ia beserta karyawan yang lain tak jadi bekerja. “Kemungkinan diliburkan karena tidak dibolehkan masuk,” ujar Ima.
Lokasi ledakan, Ruko Grand Wijaya Center
Lokasi kejadian ledakan di Ruko Grand Wijaya Center. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Polisi memastikan ledakan yang terjadi pada dini hari tersebut bukan berasal dari bom. “Dipastikan bukan karena bom,” tegas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar di lokasi, Kamis (12/7).
Setelah diselidiki, suara itu berasal dari tabung gas. Menurut Indra, ledakan tersebut dipicu oleh gas yang memenuhi ruangan tertutup, sehingga terkena aliran listrik pada saklar.
Indra juga mengimbau agar masyarakat untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa. Sebab, insiden yang terjadi bukan merupakan aksi teror.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan