kumparan
3 Maret 2019 12:15

Sandi Fokus soal Program di Debat: Warga Bingung Jika Saling Serang

Konferensi pers BPN Prabowo-Sandi, Sandiaga Uno
Cawapres 02 Sandiaga Uno pada konferensi pers BPN Prabowo-Sandi di Media Center BPN, Jakarta, Senin (18/2). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno sudah mulai menyiapkan diri untuk menghadapi debat pada 17 Maret 2019. Sandi akan banyak mengungkapkan program unggulan dibanding menyerang cawapres 01 Ma'ruf Amin.
ADVERTISEMENT
“Debat ini kami gunakan untuk utarakan beberapa program utama yang diusung untuk perbaiki sistem pendidikan, kesehatan,” ujar Sandi di area Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (3/3).
“Bukan hanya BPJS tapi juga menyeluruh seperti kesehatan jiwa yang belum tersentuh secara khusus dalam periode sekarang dan tenaga kerja yang diungkap. Dan Prabowo-Sandi yang pertama identifikasi masalah tenaga kerja ini. Karena ini isu utama yang ada di pundak masyarakat,” tambah Sandi.
Debat ketiga Pilpres 2019 ini mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. Mantan Wagub DKI ini juga mengharapkan, di debat ketiga nanti tidak banyak saling kritik dan menyerang.
“Harapan kita, debat ini bukan makin bingungkan masyarakat karena saling kritik, saling serang. Tapi ini digunakan untuk berikan rencana terbaik yang masing-masing calon miliki berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan,” ujar Sandi.
Debat Pertama Pilpres, Prabowo-Sandi
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno bersalaman dengan calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin jelang debat pertama Pilpres 2019. Foto: Instagram/@sandiuno
Sandi sudah berkonsultasi dengan beberapa tokoh untuk menghadapi debat kali ini. Termasuk meminta masukan pada Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Mendikbud Anies Baswedan.
ADVERTISEMENT
“Pak Anies, salah seorang pakar pendidikan terbaik yang dimiliki republik ini. Hal-hal yang dilakukan di Jakarta itu sudah sangat baik. Pendidikan tuntas berkualitas, meningkatkan angka partisipasi murni, perbaiki askes pendidikan, perbaikan kualitas, dan kompetensi guru, tingkatkan kesejahteraan juru dari PAUD, berikan kartu mahasiswa unggul,” ujar Sandi.
Namun, ia menyadari skala dari DKI Jakarta dan nasional berbeda. Karena itu program-program yang dulu pernah dilakukan di Jakarta mungkin harus dimodifikasi agar cocok dipakai di seluruh Indonesia.
“Namun kalau skala nasional ini mana yang bisa cocok untuk skala nasional. Kita harus mengidentifikasikan masalah. Mana yang harus kita prioritaskan, yang saya lihat Indonesia akan maju kalau sistem pendidikannya ini menitikberatkan kepada kompetensi dan kualitas diri,” ucap dia.
ADVERTISEMENT
Sandi akan berhadapan dengan Cawapres 01 Ma’ruf Amin pada debat ketiga yang akan dilaksanakan pada 17 Maret 2019 dan ditayangkan secara langsung di beberapa televisi nasional.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan