kumparan
13 Feb 2019 12:18 WIB

Sandi soal Tudingan Sandiwara Uno: Saya Menyuarakan Apa Adanya

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berbicara mengenai ekonomi Indonesia saat berkunjung ke sentra produksi Rotan H. Mulyadi di Cirebon. Foto: Dok. Team Sandi Uno
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menjawab tudingan Sandiwara Uno yang sering dituduhkan kepadanya saat bersafari politik di beberapa wilayah. Sandi menegaskan setiap curhatan dan kejadian murni terjadi tanpa rekayasa.
ADVERTISEMENT
Terbaru, curhatan petani bawang di Brebes, Jawa Tengah, bernama Subkhan diduga settingan setelah Subkhan dikabarkan merupakan Komisioner KPU Brebes yang ternyata sudah tak lagi menjabat.
"Pertama-tama, yang menjadi fakta bahwa yang dituduhkan itu tidak betul. Semua mulai dari Fadli Zon, yang ada di Sumut, sampai manusia berlumpur di Makassar, Pak Subkhan semua terbukti memang orangnya ada dan memang saya selalu menyuarakan apa yang masyarakat sampaikan kepada saya apa adanya," kata Sandi di Lapangan Basket Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).
Sandi mengaku khawatir hadir tren kampanye baru dengan menyerang masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya. Sebagai calon pemimpin, Sandi mengira wajar mendengarkan apsirasi masyarakat tanpa perlu mencurigai isi curhatan tersebut.
"Saya khawatir sekali elite kita bukannya menangkap apa yang menjadi esensi yang disampaikan oleh Pak Subkhan tapi meng-attack, menyerang pribadinya Pak Subkhan sendiri. Ini yang saya khawatir menjadi tren menjauhkan elite dengan masyarakat," tuturnya.
Cawapres Sandiaga Uno (kedua kanan) resmikan kendaraan kampanye di Jawa Tengah. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
"Elite itu harus denger apa yang dikatakan masyarakat dan jangan berpretensi oh bohong, dia dulu siapa, jadi dicurigai dulu, suudzon dulu. Kalau saya husnudzon, saya lihat semua itu dari mata yang positif," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Sandi juga mengatakan kegiatannya sebagai cawapres banyak diikuti oleh masyarakat. Sehingga akan sangat membahayakan apabila menyampaikan informasi yang direkayasa. Sandi mengaku tak berani berbuat banyak tingkah.
"Kalian (media) banyak yang ikut kegiatan saya. Akan sangat berbahaya kalau direkayasa. Karena lihat saja semuanya ada, bawa HP. Mereka akan bisa menangkap. Jangan yang macam-macamlah sekarang," tegasnya.
Sandi menilai pencitraan tidak dilarang. Namun di zaman teknologi yang semakin canggih, pencitraan settingan akan mudah diketahui masyarakat.
"Pencitraan itu boleh, tapi enggak akan bisa escape, enggak akan bisa lari pada sesuatu yang bisa terjadi. Zaman sekarang zaman yang teknologi digital yang penuh transparansi. Udah enggak akan mungkin rekayasa-rekayasa," tutup dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan