News
·
22 Juli 2021 19:19
·
waktu baca 3 menit

Satgas Minta RS Swasta di Bali Tak Tolak Pasien COVID-19: Ada Bantuan Oksigen

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Satgas Minta RS Swasta di Bali Tak Tolak Pasien COVID-19: Ada Bantuan Oksigen (79245)
searchPerbesar
Tim medis melakukan penanganan terhadap seorang pasien saat simulasi penanganan pasien virus Corona di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali. Foto: Antara/Fikri Yusuf
Penularan COVID-19 di Kota Denpasar, Bali, masih tinggi. Hal ini membuat tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 mencapai 100 persen lebih.
ADVERTISEMENT
Satgas COVID-19 Kota Denpasar juga meminta manajemen rumah sakit swasta tidak menolak pasien COVID-19.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan dalam satu pekan ini, rata-rata kasus harian COVID-19 di Kota Denpasar mencapai 300 orang. Pasien dirawat di RSUD Wangaya, RS Bali Mandara, dan RSUP Sanglah.
Namun, manajemen RSUP Sanglah dan Bali Mandara dikelola Pemprov Bali. Lalu RSUD Wangaya dikelola Pemkot Denpasar memiliki kapasitas sekitar 50 unit bed.
Kasus yang tinggi membuat bed selalu penuh. Kini, total ada 71 bed telah didirikan. RSUD Wangaya sedang bersiap membuat dua ruangan isolasi yang mampu menampung 50 bed lainnya.
Satgas Minta RS Swasta di Bali Tak Tolak Pasien COVID-19: Ada Bantuan Oksigen (79246)
searchPerbesar
Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Dewa Rai menuturkan, Satgas COVID-19 Kota Denpasar khawatir RSUD Wangaya kewalahan atau kolaps menangani pasien. Sehingga mereka mengumpulkan delapan manajemen rumah sakit swasta di Pemkot Denpasar agar terlibat dalam menangani pandemi COVID-19, Kamis (22/7) siang.
ADVERTISEMENT
"Dengan melihat kondisi bahwa kasus corona di Kota Denpasar masih tinggi dan rumah sakit sudah mulai penuh BOR-nya, sudah 100 persen. Kemudian Pak Walkot (Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara), kalau kita melihat kapasitas rujukan kan bisa kewalahan, sehingga Pak Walkot berinisiatif mengundang manajemen seluruh rumah sakit swasta yang ada di Denpasar untuk membantu penanganan pasien corona," kata Dewa Rai saat dihubungi.
Satgas Minta RS Swasta di Bali Tak Tolak Pasien COVID-19: Ada Bantuan Oksigen (79247)
searchPerbesar
Petugas medis berada di sekitar ruang perawatan Nusa Indah yang dilengkapi dengan ruangan isolasi di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Satgas COVID-19 Kota Denpasar berjanji akan menambah tenaga kesehatan di setiap rumah sakit swasta agar tak kewalahan. Dewa Rai mengaku, seluruh manajemen rumah sakit swasta siap membantu merawat pasien COVID-19 dan menambah fasilitas bed.
Namun, mereka khawatir ketersediaan oksigen yang sangat terbatas. Catatan kumparan, sejumlah rumah sakit swasta mulai menolak merawat pasien COVID-19 karena keterbatasan oksigen ini. Mereka bahkan menunda kegiatan operasi bencana mengirit pemakaian oksigen.
ADVERTISEMENT
"Sebenarnya dari kita mengajak mereka, rumah sakit swasta siap untuk memaksimalkan lagi cuma memang ada permasalahan yang dialami rumah sakit terkait pasokan oksigen, saat ini memang karena banyak daerah membutuhkan sehingga pasokan cepat habis, yang tadinya misalnya ketersediaannya cukup lima hari sekarang habis dalam waktu tiga hari," ucap dia.

Pemerintah Akan Bantu Kirim Oksigen ke Bali

Satgas Minta RS Swasta di Bali Tak Tolak Pasien COVID-19: Ada Bantuan Oksigen (79248)
searchPerbesar
Pengawalan distribusi oksigen ke sejumlah rumah sakit di Bali. Foto: Polda Bali
Dewa Rai mengatakan, Satgas COVID-19 telah menyampaikan masalah oksigen ini ke Pemprov Bali, Kemenko Marves dan Kemenkes. Kemenko Marves, kata dia, menyatakan, segera mengirim oksigen yang diproduksi di Sulawesi.
"Hasil koordinasi telah dilaporkan Kemenko Marves dan Kemenkes, nanti diupayakan untuk hasil produksi yang ada di Sulawesi (dikirim ke Kota Denpasar) karena pasokan ke Bali dari Jawa terbatas," kata dia.
Satgas Minta RS Swasta di Bali Tak Tolak Pasien COVID-19: Ada Bantuan Oksigen (79249)
searchPerbesar
Suasana pintu lobi RSUD Bali Mandara. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Dewa Rai menuturkan, rumah sakit swasta bisa merawat pasien COVID-19 bergejala ringan. Apabila kondisi pasien memburuk, maka akan dirujuk ke RSUD Wangaya, RS Bali Mandara atau RSUP Sanglah.
ADVERTISEMENT
"Tidak semua yang positif itu butuh perawatan di rumah sakit, dan tidak semua yang dirawat di rumah sakit itu gejala berat sehingga gejala yang berat bisa dibawa ke rs rujukan yang lebih lengkap fasilitasnya. Ini juga dinamis, pagi ini masuk sore sudah ada yang pulang," kata Dewa Rai.
Oleh sebab itu, Dewa Rai berharap rumah sakit swasta di Bali berkomitmen untuk ikut berpartisipasi menangani pandemi COVID-19.
"Iya, komitmennya begitu (tak menolak pasien COVID-19) makanya Pak Walkot mengundang kan biar komitmennya begitu bagaimana pun juga kan ini perlu partisipasi dari rumah sakit swasta dalam menghadapi bencana," tutup Dewa Rai.