News
·
22 September 2020 13:29

Satgas: Orang Bergejala Corona Ringan Jangan Tahan Diri Lapor ke Faskes

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Satgas: Orang Bergejala Corona Ringan Jangan Tahan Diri Lapor ke Faskes (64435)
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo. Foto: Dok. Pendam Brawijaya
Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan hasil riset Kemenkes yang menunjukkan tingkat kematian pasien corona di Indonesia. Data ini dihimpun dari Staf Khusus Menteri Kesehatan Alexander Ginting bersama sejumlah pakar kesehatan lainnya.
ADVERTISEMENT
"Pasien bergejala sangat ringan atau OTG (orang tanpa gejala) tak ada yang wafat. Pasien gejala sedang kematian 2,67 persen. Gejala berat sekitar .... lupa angkanya, paling tinggi pasien kritis," kata Doni dalam RDP bersama Komisi VIII DPR, Selasa (22/9).
Hal ini senada dengan data yang dijelaskan Doni dari RSUP Persahabatan Jakarta, yang menjadi salah satu RS rujukan COVID-19. Doni menjelaskan, angka kematian di RS tersebut banyak terjadi dari pasien yang datang sudah dalam kondisi berat dan kritis.
"Kalau ini dialami pasien komorbid, maka sangat kecil kemungkinan medis dapat selamatkan jiwa," ucap Doni.
Satgas: Orang Bergejala Corona Ringan Jangan Tahan Diri Lapor ke Faskes (64436)
Staf medis menggunakan alat pelindung diri (APD) mempersiapkan ruang isolasi khusus untuk pasien corona di Ciputra Hospital Citra Garden City, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Maka dari itu, ia meminta kepada masyarakat yang sudah memiliki gejala COVID-19 untuk langsung memeriksakan diri. Jangan sampai menunda pemeriksaan, karena bisa mencegah kondisi kesehatan yang lebih buruk lagi.
ADVERTISEMENT
Apalagi, tim medis juga pasti sudah menyiapkan obat-obatan tertentu bagi pasien menyesuaikan dengan tingkat gejalanya.
"Kesimpulannya, supaya masyarakat yang punya gejala ringan segera ditangani dokter. Jangan ada masyarakat yang menahan diri untuk melaporkan ke fasilitas kesehatan yang ada, seperti puskesmas, sehingga bisa ditangani lebih awal," jelas dia.
Ia pun menegaskan pemerintah bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan pemda yang masih memiliki kasus corona aktif banyak, sudah menyiapkan hotel berbintang tiga untuk isolasi.
"Mulai hari ini, sudah ada hotel di Jabodetabek untuk nakes dan OTG. Kalau OTG yang biasa dirawat di rumah, potensi penularan masih tinggi. Klaster keluarga termasuk tertinggi karena mereka tak diwajibkan untuk isolasi mandiri. Kecuali yang mampu, bisa isolasi mandiri di rumah," tutup Doni.
ADVERTISEMENT
Pemerintah kini tengah memfokuskan penanganan pandemi virus corona di 9 provinsi prioritas. 9 provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali.
Bahkan, Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan juga telah mengumpulkan para direktur dan kepala rumah sakit di provinsi-provinsi tersebut sehingga memiliki satu manajemen dalam penanganan pasien corona.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona