kumparan
News9 September 2019 19:58

SBY Kenang Ani di Ulang Tahun ke-70: Tak Ada Lagi yang Memeluk Saya

Konten Redaksi kumparan
SBY Pidato Kontemplasi
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kontemplasi di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kontemplasi di Puri Cikeas, Senin (9/9). Pidato SBY ini disampaikan dalam peringatan hari ulang tahunnya yang ke 70, HUT Partai Demokrat ke-18, serta peringatan 100 hari wafatnya Ani Yudhoyono.
ADVERTISEMENT
SBY mengawali pidatonya dengan rasa syukur atas usia yang diberikan oleh Tuhan.
"Saya terbangun dari tidur, saya yakin hal ini bukan hanya kebetulan. Tapi sang pencipta mengingatkan saya bahwa usia saya genap 70 tahun. Karenanya saya sungguh bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas segala karunia," ujar SBY mengawali pidatonya.
Namun, di tengah rasa syukur di hari ulang tahunnya, SBY juga mengaku merasakan kesedihan. Sebab, inilah hari ulang tahun pertamanya tanpa sang istri, Ani Yudhoyono yang telah wafat. Ia pun mengingat, kebiasaan yang dilakukan Ani saat SBY berulang tahun.
"Ini hari ulang tahun pertama yang di tengah malam yang hening, tak ada lagi yang memeluk saya seraya membisikkan kata yang indah," ujar SBY.
ADVERTISEMENT
"Selamat ulang tahun Pepo, happy birthday, panjang usia bahagia dan sukses selalu," kata SBY sambil menirukan ucapan yang biasa disampaikan Ani.
Namun, SBY menegaskan, meski sudah wafat, Ani akan tetap tinggal dalam hatinya. Pun, memori yang ia bangun bersama SBY selama 43 tahun terakhir akan tetap hidup.
SBY kemudian mengibaratkan kehidupannya saat ini bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia bersyukur karena diberi usia yang panjang dan karunia. Namun, di sisi lain, ia juga bersedih karena harus kehilangan dua orang yang dicintainya, Ani dan ibundanya.
"Di sisi lain saya bersedih, karena dua orang yang saya sayangi tak bisa ikut bersyukur di hari yang berbahagia ini," tutup SBY.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan