News
·
16 Juli 2020 11:34

Sebelum Dideportasi, WN Australia yang Bunuh Polisi Ditahan di Imigrasi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sebelum Dideportasi, WN Australia yang Bunuh Polisi Ditahan di Imigrasi (748362)
Sara Connor, WN Australia melakukan kegiatan di Lapas Perempuan Klas II A Denpasar. Foto: Sara/ Kemenkumham Bali
Sara Connor, WN Australia, salah satu pelaku pembunuhan terhadap anggota polisi, Aipda Wayan Sudarsa akhirnya menghirup udara bebas, Kamis (16/7).
ADVERTISEMENT
Dia divonis empat tahun penjara dengan perkara Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP mengenai tindak pidana dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan meninggal dunia.
Dia ditahan di Lapas Perempuan Klas II A Denpasar sejak tanggal 20 Agustus 2016. Selama menjalani masa hukuman Sara Connor mendapatkan remisi umum, natal, tahun baru dengan total 13 bulan 10 hari.
"Sehingga tanggal kebebasannya maju, tanggal (deportasi) kepulangannya yang seharusnya 20 Agustus 2021 menjadi 16 Juli 2020," kata Kalapas Perempuan Klas II A Denpasar Lili dalam keterangan persnya.
Sebelum Dideportasi, WN Australia yang Bunuh Polisi Ditahan di Imigrasi (748363)
Sara Connor, WN Australia bebas di Lapas Perempuan Klas II A Denpasar. Foto: Sara/ Kemenkumham Bali
Tiga tahun mendekam di dalam sel, Sara telah mendapatkan haknya berupa potong rambut, melukis dan tata boga. Dia aktif mengikuti kegiatan tersebut yang dilaksanakan pihak Lapas.
ADVERTISEMENT
Sara akan ditahan sementara di Imigrasi untuk proses deportasi. Seperti diketahui, kasus ini sempat menjadi perhatian publik karena Sara dan kekasihnya David Taylor membunuh Aipda Wayan Sudarsana di Pantai Kuta, Badung 17 Agustus 2016 lalu. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan 6 tahun terhadap David.
Dalam dakwaan jaksa disebutkan, kedua terdakwa yang sedang dimabuk asmara datang ke pantai Kuta, Legian, pada 17 Agustus 2016, pukul 03.45 WITA untuk bersantai menikmati suasana malam sambil meminum masing-masing satu botol bir berukuran besar.

Kasus WN Australia Bunuh Polisi

Perkara pembunuhan ini terjadi berawal saat terdakwa Sara Connor yang kehilangan tas yang dibawanya di dekat pesisir pantai tempat awal minum-minum bir bersama kekasihnya, melihat korban berdiri dengan gelagat mencurigakan.
ADVERTISEMENT
David yang tidak mengetahui korban seorang anggota polisi lalu lintas yang saat itu bertugas, menduga korban mencuri tas milik Sara. Saat itu juga, David langsung menggeledah isi kantong saku celana maupun baju korban, sambil menanyakan di mana tas milik kekasihnya itu.
Karena korban tidak mengetahui, dan melihat gelagat kedua korban mabuk, Wayan Sudarsa sempat memukul David sehingga terjadi perkelahian.
Saat itu juga, Sara yang sempat menolong David juga dijambak rambutnya oleh korban. Karena terdakwa merasa terdesak, David yang dalam kondisi mabuk langsung memukul bagian belakang kepala korban sebanyak satu kali dengan menggunakan botol bir.
Selain itu, terdakwa David juga sempat memukul wajah korban dengan menggunakan tangan kanannya sebanyak tiga kali. Korban yang mendapat pukulan keras dari terdakwa itu langsung terjatuh dan terkulai lemas di atas pasir pantai.
ADVERTISEMENT
Setelah melakukan pemukulan itu, kedua terdakwa sempat mencari tas milik Sara, namun tidak berhasil ditemukan.
Selanjutnya, terdakwa mengambil dompet milik korban yang berisi uang Rp 2.000, kartu ATM dan telepon seluler. Terdakwa juga mengamankan kartu identitas dan kartu anggota Polri milik korban yang selanjutnya memotong-motongnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)