News
·
11 Juni 2021 19:52
·
waktu baca 2 menit

Sebuah Peringatan: Kasus Corona Jakarta Naik 300% dalam 10 Hari

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sebuah Peringatan: Kasus Corona Jakarta Naik 300% dalam 10 Hari (39031)
Warga yang menggunakan masker melintasi mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Pemerintah Indonesia kembali memberikan perkembangan terkait lonjakan kasus corona yang terjadi dalam 10 hari terakhir. 6 provinsi yang ada di Pulau Jawa saat ini merupakan provinsi yang paling banyak menyumbang kasus positif secara nasional.
ADVERTISEMENT
Di antara Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, Jakarta merupakan provinsi dengan kenaikan kasus paling tinggi, yaitu 300 persen.
"DKI Jakarta, menjadi provinsi dengan kenaikan kasus paling signifikan, di mana dalam 10 hari kasusnya meningkat lebih dari 300 persen," jelas Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, Jumat (11/6).
Berdasarkan data yang dibacakan Wiku, kenaikan sebesar 300 persen tersebut dibandingkan dengan data pada tanggal 1 Juni 2021. Saat itu, kasus hariannya hanya 2.091 kasus saja.
"Pada 1 juni lalu kasus hariannya hanya 2.091 kasus," ujar Wiku.
Sebuah Peringatan: Kasus Corona Jakarta Naik 300% dalam 10 Hari (39032)
Prof. Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB
Untuk BOR atau persentase keterisian rumah sakit, saat ini di Jakarta telah menyentuh angka 62,13 persen.
ADVERTISEMENT
Provinsi lain yang juga mengalami kenaikan adalah DIY. Kasus hariannya bahkan meningkat 107 persen. Apabila pada 1 Juni kasus mencapai 200 per hari, maka tanggal 10 Juni lalu telah bertambah hingga 455 kasus per hari.
Selanjutnya yaitu Jateng yang juga mengalami kenaikan kasus hingga 80 persen sejak 10 hari yang lalu. Kemudian Jawa Barat, mengalami kenaikan 49 persen dalam 10 hari, dan Jawa timur yang meningkat hingga 89 persen.
Untuk BOR, saat ini di DIY mencapai 54,38 persen, Jawa Tengah 66,89 persen. Jawa Barat mencapai 61,75 persen. Jatim sebesar 31,57 persen.
"Dan terakhir Banten, kasusnya meningkat 57 persen dan BOR-nya 53,87 persen," tutup Wiku.