kumparan
30 November 2018 14:25

Sekjen Gerindra Minta Polisi Adil Tangani Kasus Hukum Habib Bahar

Muzani, Kertanegara
Muzani di Kertanegara (Foto: Reki Febrian/kumparan)
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani turut memberikan komentar terkait pelaporan Habib Bahar bin Smith ke pihak kepolisian. Habib Bahar dipolisikan karena ceramahnya yang dinilai telah menghina Presiden Joko Widodo sebagai simbol negara.
ADVERTISEMENT
Menurut Muzani, kepolisian harus menjunjung tinggi keadilan dalam menegakkan hukum. Sebab, ada indikasi polisi tebang pilih dalam menangani beberapa kasus.
“Polisi harus adil menangani yang seperti ini. Karena kami juga menemukan ada Bupati Boyolali menyebut capres asu, sudah dilaporkan, sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Muzani di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/11).
“Jadi supaya adil ya yang seperti ini ditangani baik. Jangan yang satu ditangani, yang satu tidak,” imbuhnya.
Meski begitu, Muzani mengaku bahwa ia tidak mengetahui secara detail isi ceramah yang disampaikan Habib Bahar. Dia hanya mengetahui bahwa Habib Bahar dilaporkan ke polisi akibat ceramah yang disampaikannya.
“Saya enggak ngikutin secara detail. Saya cuma ngikutin bahwa Habib Bahar bin Smith diadukan ke kepolisian dan sudah ditangani polisi,” terang Muzani.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, dalam potongan video ceramah yang viral, Habib Bahar menyebut bahwa Jokowi jangan-jangan mengalami datang bulan atau haid. Bahkan, Habib Bahar menyebut Jokowi kayaknya banci.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan