kumparan
10 Okt 2018 17:59 WIB

Sekjen PDIP: IndonesiaLeaks Bagian dari Drama Ratna Sarumpaet

Hasto Kristiyanto setelah membuka acara FGD Korbid Maritim di DPP PDIP (Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan)
Sekjen PDIP Hasto Kristyanto turut buka suara terkait temuan IndonesiaLeaks yang menemukan dugaan aliran dana ke Tito Karnavian dari Direktur CV Sumber Laut Perkasa, Basuki Hariman.
ADVERTISEMENT
Hasto menanggapi santai terkait temuan itu, ia menyebut kasus tersebut bukan hal kebetulan menjelang Pilpres 2019. Hasto menduga temuan itu bagian dari drama hoaks Ratna Sarumpaet.
"Ya itu kan bukan hal yang kebetulan, tiba-tiba muncul menjelang (pilpres) dan sebagai bagian dari drama Ratna Sarumpet itu," kata Hasto di kediaman Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/10)
"Apa pun yang namanya leaks, harus diuji juga di mata hukum. Bisa juga kita membuat leaks-leaks yang lain," tambah Hasto.
Hasto menjelaskan, Jokowi memiliki komitmen bahwa seluruh pejabat negara harus bersih. Hal ini dibuktikan dengan sikap Jokowi yang mengirimkan daftar calon menteri ke KPK untuk dicek rekam jejaknya.
"Meskipun itu juga (ada yang) suka menyalahgunakan juga, ada yang menyalahgunakan kepercayaan dari Pak Jokowi," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Terkait desakan mencopot Kapolri Tito Karnavian, Hasto menegaskan mencopot seorang Kapolri harus melalui prosedur sebab Tito telah menjalani proses pemilihan sebagai Kapolri.
"Copot mencopot itu kan ada mekanismenya. Ada prosedurnya, apa pun Kapolri itu kan dipilih, ada prosedurnya tahapan pengusulan oleh wanjakti kemudian usulan fit and proper test di DPR, itu prosesnya," pungkasnya.
Pihak KPK sudah menepis adanya informasi aliran dana ke Tito. Sedang Polri menegaskan, Basuki mencatut nama Kapolri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan