News
·
16 November 2020 4:43

Selandia Baru Telusuri Temuan Virus Corona dalam Daging Sapi Beku di China

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Selandia Baru Telusuri Temuan Virus Corona dalam Daging Sapi Beku di China (323115)
Jangan mencairkan daging sapi dengan air Foto: Pixabay
Pemerintah Selandia Baru menanggapi temuan adanya virus corona dalam daging sapi beku yang mereka ekspor ke China. Sejauh ini, mereka belum menerima laporan resmi dari Pemerintah China.
ADVERTISEMENT
"Selandia Baru belum diberitahu secara resmi oleh otoritas China," kata Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru dikutip dari Reuters, Senin (16/11).
Meski belum menerima laporan resmi dari China, pejabat Selandia Baru sudah bekerja untuk memeriksa kebenaran temuan virus corona di dalam daging sapi yang mereka ekspor.
Sementara Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, dia sudah diberitahu bukan daging sapi dari Selandia Baru yang mengandung COVID-19 di China.
"Kami telah diberi tahu bahwa itu adalah daging sapi Argentina. Jadi kami hanya mencoba mencari tahu dasar dari apa yang dilaporkan di sana,” kata Ardern dalam pernyataannya kepada TVNZ dikutip Reuters.
Sebelumnya, Pemerintah China menemukan adanya virus corona dalam kemasan daging beku yang berasal dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
Seluruh daging beku itu diperiksa di Kota Jinan, Shandong, China. Sebelum ke Jinan, daging itu masuk melalui pelabuhan di Shanghai.
Dari pemeriksaan itu, daging sapi beku impor dari Brasil, Bolivia, dan Selandia Baru dinyatakan memiliki virus corona. Selain daging sapi, daging babi asal Argentina juga dinyatakan memiliki virus corona.
***
Saksikan video menarik di bawah ini: