News
·
23 Februari 2021 21:39

Sempat Disetop karena Kerumunan, Vaksinasi di Tanah Abang Diperpanjang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sempat Disetop karena Kerumunan, Vaksinasi di Tanah Abang Diperpanjang (34545)
Presiden Joko Widodo didampingi Menkes Budi Gunadi dan Gubernur DKI Anies Baswedan memantau vaksinasi pedagang pasar Tanah Abang. Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Kemenkes melanjutkan dan memperpanjang periode pelaksanaan vaksinasi corona bagi pedagang di Pasar Tanah Abang. Perpanjangan ini karena masih banyak pedagang yang belum menerima vaksin.
ADVERTISEMENT
"Sebelumnya kontrak kita dengan Pasar Jaya hanya enam hari. Tapi, Pasar Jaya membuka pendaftaran ulang. Pendaftar terakumulasi sampai 21 ribu pendaftar. Insyaallah ini, kita akan layani," ujar Koordinator Pelaksana Vaksinasi Tanah Abang, Siti Khalimah, di Pasar Tanah Abang blok A lantai 8, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Selasa (23/2).
Dengan perpanjangan vaksinasi ini, Siti memastikan tenaga kesehatan yang diterjunkan masih bekerja secara maksimal.
"Kita pastikan vaksinasi jalan sampai selesai, sampai semuanya terlayani. Pokoknya sesuai Instruksi Pak Dirjen (P2P Kemenkes) layani sampai semuanya tervaksinasi," ujar Siti.
Sempat Disetop karena Kerumunan, Vaksinasi di Tanah Abang Diperpanjang (34546)
Vaksinasi corona bagi petugas pelayanan publik dan pedagang di Pasar Tanah Abang, jakarta, Rabu (17/2). Foto: Youtube/Kementerian Kesehatan
Siti mengatakan, koordinasi dengan pihak PD Pasar Jaya masih terus dilakukan, khususnya mengenai kesiapan vaksinasi agar tak terjadi kerumunan pedagang.
"Tadinya kita mau 'break' (jeda) sehari (Rabu) kemudian hari Kamis kita mulai lagi. Tapi belum tahu nih. Tapi kalau Pasar Jaya siap, tidak ada penumpukan lagi. Besok kita akan jalan lagi," kata Siti.
ADVERTISEMENT
Data Kemenkes menyatakan, vaksinasi di Pasar Tanah Abang hingga Selasa (23/2) sudah sebanyak 9.500 orang.

Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Sempat dihentikan

Vaksinasi massal di Pasar Tanah Abang Blok A di lantai 8 maupun di lantai 12 untuk sesi dua harus dihentikan di hari ke-6, karena terjadi kerumunan pedagang yang ingin divaksin.
Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan awalnya pedagang yang mengantre baik di lantai 8 maupun 12 masih tertib, namun lambat laun antrean memanjang dan berdesak-desakan menimbulkan kerumunan tak berjarak.
"Banyak pedagang datang tidak sesuai jadwal dan menyebabkan antrean tidak sesuai protokol kesehatan. Awalnya kami imbau jaga jarak. Tapi diimbau juga tetap tidak menjaga jarak. Akhirnya kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan diputuskan dihentikan. Akhirnya kami bubarkan pedagang," ujar Singgih.
ADVERTISEMENT
Pedagang yang tidak memiliki kupon vaksinasi dari Kemenkes menjadi salah satu penyebab terjadinya kerumunan ini.