News
·
12 Juni 2021 1:40
·
waktu baca 1 menit

Seorang Pasien Kabur saat Jalani Perawatan di Pusat Isolasi COVID-19 di Bogor

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Seorang Pasien Kabur saat Jalani Perawatan di Pusat Isolasi COVID-19 di Bogor (467795)
Ilustrasi Isolasi di Rumah. Foto: Shutterstock
Seorang pasien, yang tengah menjalani perawatan di Pusat Isolasi COVID-19 di Kota Bogor, kabur. Ia pergi dari pusat isolasi di Gedung Pusdiklat BPKP Ciawi tanpa seizin petugas.
ADVERTISEMENT
Wali Kota Bogor Bima Arya membenarkan kabar tersebut. Ia sudah mendapatkan laporan dan akan menindaklanjutinya.
"Oh iya, saya sudah mendapat laporan kronologisnya. Nanti akan kita tegur petugasnya, kenapa bisa terjadi seperti itu," kata Bima di Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat (11/6) dikutip dari Antara.
Bima menyatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan keamanan di Pusat Isolasi COVID-19 di Gedung BPKP Ciawi, Kota Bogor, untuk menghindari kejadian serupa terulang.
"Kejadiannya meninggalkan tempat tanpa izin. Kenapa hal ini sampai terjadi, akan ada evaluasinya," katanya.
Seorang Pasien Kabur saat Jalani Perawatan di Pusat Isolasi COVID-19 di Bogor (467796)
Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan gedung Creative Center di eks Bakorwil, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (25/5). Foto: Pemkot Bogor
Bima mengaku belum menerima laporan lebih lanjut terkait keberadaan pasien itu. Ia mengkhawatirkan jika orang tersebut tidak segera ditemukan bisa menularkan COVID-19 pada orang lain yang ditemuinya.
Sebelumnya, beredar informasi seorang pasien positif COVID-19, laki-laki berusia 60 tahun, warga Kecamatan Bogor Barat, melarikan diri dari tempat perawatan di Pusat Isolasi COVID-19 Kota Bogor di Gedung Pusdiklat BPKP Ciawi.
ADVERTISEMENT
Camat Bogor Barat Irman Khaerudin ketika ditanya soal kejadian tersebut mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, sudah dilakukan pencarian ke sejumlah tempat yang mungkin didatangi pasien itu, akan tetapi belum ditemukan.
Ia menjelaskan petugas sudah mendatangi kediamannya dan bertemu dengan keluarganya, tetapi pihak keluarga juga menyatakan tidak mengetahuinya.