Serangan Drone Hantam Lapangan Terbang Rusia yang Berbatasan dengan Ukraina

6 Desember 2022 14:48
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Prajurit "Ghost" dari Brigade Infanteri Bermotor Independen ke-58 Angkatan Darat Ukraina menerbangkan drone di kawasan Bakhmut, Ukraina, Jumat (25/11/2022). Foto: Leah Millis/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit "Ghost" dari Brigade Infanteri Bermotor Independen ke-58 Angkatan Darat Ukraina menerbangkan drone di kawasan Bakhmut, Ukraina, Jumat (25/11/2022). Foto: Leah Millis/Reuters
ADVERTISEMENT
Serangan pesawat nirawak (drone) membakar tangki penyimpanan minyak di sebuah lapangan terbang di wilayah Kursk di Rusia yang berbatasan dengan Ukraina pada Selasa (6/12).
ADVERTISEMENT
Disadur dari Reuters, Gubernur Kursk, Roman Starovoyt, mengabarkan bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Kebakaran pun hanya berdampak pada area terbatas. Pihak berwenang sedang berusaha memadamkan kobaran api.
"Akibat serangan drone di area lapangan terbang Kursk, sebuah tangki penyimpanan minyak terbakar. Tidak ada korban jiwa," lapor Starovoyt di Telegram, dikutip dari AFP, Selasa (6/12).
Drone kamikaze buatan Iran, Shahed-136 di tengah serangan Rusia ke Ukraina 23 September 2022. Foto: Serhii Smolientsev/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Drone kamikaze buatan Iran, Shahed-136 di tengah serangan Rusia ke Ukraina 23 September 2022. Foto: Serhii Smolientsev/REUTERS
Starovoyt tidak membeberkan dari mana drone itu berasal. Serangan ini terjadi sehari usai Ukraina dituduh menerbangkan sejumlah drone buatan Uni Soviet. Kiev dikatakan menyerang dua lapangan terbang militer yang terletak jauh di dalam wilayah Rusia.
Rusia mengatakan, Ukraina menargetkan lapangan terbang Dyagilevo di wilayah Ryazan dan lapangan terbang Engels di wilayah Saratov.
Rusia berhasil mencegat drone. Tetapi, pesawat-pesawat tersebut meledak di lapangan terbang. Akibatnya, empat tentara terluka.
ADVERTISEMENT
Tiga tentara lainnya tewas di pangkalan Ryazan yang berada sekitar 185 km di tenggara Moskow. Sementara itu, Saratov setidaknya berjarak 600 km dari wilayah terdekat Ukraina.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Asap mengepul setelah serangan pesawat tak berawak Rusia, di Kiev, Ukraina, Senin (17/10/2022). Foto: Gleb Garanich/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul setelah serangan pesawat tak berawak Rusia, di Kiev, Ukraina, Senin (17/10/2022). Foto: Gleb Garanich/REUTERS
Ukraina tidak secara langsung mengeklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan pada Senin (5/12). Namun, seorang pejabat senior Ukraina menyebut serangan itu diluncurkan dari wilayahnya.
Jika benar, maka serangan ini menjadi serangan Ukraina yang paling jauh menjangkau wilayah Rusia sejak awal invasi pada 24 Februari.
Analis militer Ukraina, Serhiy Zgurets, menerangkan pangkalan-pangkalan tersebut adalah satu-satunya fasilitas Rusia yang dapat memperbaiki pesawat pengebom yang menyerang Ukraina.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang dipermasalahkan di sini, tetapi kemampuan angkatan bersenjata Ukraina untuk mencapai sasaran militer jauh di dalam wilayah Federasi Rusia memiliki arti yang sangat simbolis dan penting," tulis Zgurets.
Suasana di ibu kota Ukraina, Kiev saat tanpa listrik akibat serangan Rusia, Senin (31/10/2022). Foto: Sergei Supinsky/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di ibu kota Ukraina, Kiev saat tanpa listrik akibat serangan Rusia, Senin (31/10/2022). Foto: Sergei Supinsky/AFP
Kementerian Pertahanan Rusia menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan terorisme yang bermaksud mematikan pesawat jarak jauhnya. Sebagai balasan, Rusia menyasar 17 target militer Ukraina.
ADVERTISEMENT
Ukraina memperingatkan, pemadaman darurat akan melanda beberapa daerah seiring otoritas memperbaiki kerusakan akibat serangan rudal Rusia. Serangan ini mendorong Ukraina kembali dalam kegelapan dan kedinginan dengan suhu di bawah nol Celsius.
"Di banyak daerah, harus ada pemadaman darurat," ungkap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
"Kami akan melakukan segalanya untuk memulihkan stabilitas," pungkas dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020