Serangan Udara Junta Militer Myanmar di Kachin Tewaskan 80 Orang Lebih

25 Oktober 2022 15:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat tempur Myanmar. Foto: Dimitar Dilkoff/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat tempur Myanmar. Foto: Dimitar Dilkoff/AFP
ADVERTISEMENT
Serangan udara militer Myanmar pada akhir pekan lalu menelan puluhan korban jiwa. Kelompok HAM menuduh penguasa militer Myanmar melanggar hukum perang dan menyerukan penghentian penjualan senjata ke Myanmar.
ADVERTISEMENT
Insiden berdarah tersebut terjadi di sebelah utara Negara Bagian Kachin. Jumlah korban jiwa sampai awal pekan ini mencapai sekitar 80 orang orang.
Banyaknya korban jiwa jatuh akibat serangan dilakukan ketika warga Kachin sedang berkumpul merayakan berdirinya organisasi pro-kemerdekaan. Serangan tersebut tak cuma menelan korban jiwa, lebih dari 100 orang terluka.
"Pesawat militer menjatuhkan empat bom saat perayaan pada Minggu malam kemarin. Ketika itu ada 300 sampai 500 orang yang hadir," ucap salah seorang pejabat organisasi pro-kemerdekaan di Kachin seperti dikutip dari Al-Jazeera.
Mereka yang terbunuh termasuk anggota militer Kachin, musisi, pebisnis, penambang sampai warga sipil lainnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Al-Jazeera menyebut serangan pada Minggu lalu merupakan operasi militer udara paling berdarah di Myanmar sejak kudeta sipil pada Februari 2021 lalu.
ADVERTISEMENT
LSM Amnesty International menyatakan, tindakan militer Myanmar tidak bisa diterima. Sanksi berat harus segera dijatuhkan kepada otak serangan.
"Kami takut serangan ini adalah bagian dari pola serangan tidak sah oleh Pemerintah Myanmar yang melukai warga sipil di wilayah kekuasaan milisi bersenjata," kata Amnesty International.
Junta Militer Myanmar mengakui serangan tersebut. Namun, mereka beralasan serangan diperlukan demi membasmi Brigade 9th Pasukan Kemerdekaan Kachin, yang masuk daftar terorisme.
Kelompok pro-kemerdekaan di Kachin adalah satu dari beberapa organisasi separatis di Myanmar. Kelompok Kachin merupakan salah satu terkuat lantaran mampu membuat senjata sendiri.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020