kumparan
14 Oktober 2019 11:43

Setelah Surya Paloh, Prabowo Temui Cak Imin Pukul 19.00 WIB

(POTRAIT) Dahnil Anzar Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak di Gedung DPR. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto baru saja menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada Minggu (14/10). Hari ini giliran kantor DPP PKB yang akan disambangi Prabowo.
ADVERTISEMENT
Pertemuan-pertemuan ini disebut sebagai langkah Prabowo untuk merapat ke koalisi pemerintahan. Surya Paloh sebelumnya telah menegaskan tak ada masalah apabila Gerindra ikut bergabung ke kabinet.
"Malam ini berencana walaupun belum ada kepastian juga ini pukul 19.00 Pak Prabowo akan berkunjung ke DPP PKB tetapi belum ada jadwal yang pasti. Tapi kita mau merencanakannya malam ini," kata juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/10)
Apalagi, Dahnil menyebut, Wakil Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid sudah menyampaikan rencana pertemuan itu saat mengantar undangan pelantikan Presiden, Jumat (11/10) malam.
"Wakil ketua MPR (Jazilul) juga sampaikan ke saya ingin menjadwal ketemu Pak Prabowo," ujarnya.
Kediaman Surya Paloh, Prabowo Subianto
Prabowo Subianto melambaikan tangan saat tiba di Kediaman Surya Paloh di Permata Hijau, Jakarta Selatan. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Terkait peluang Gerindra masuk ke kabinet Jokowi-Ma'ruf, Dahnil enggan berspekulasi. Yang jelas, ditegaskan Dahnil, Gerindra siap baik di luar ataupun di dalam pemerintahan.
ADVERTISEMENT
"Kita enggak tahu peluang-peluangnya itu tentu sangat tergantung dengan kebutuhan Presiden Jokowi. Kalau Gerindra, Pak Prabowo, dalam posisi siap menjadi oposisi, siap juga membantu pemerintah dari dalam," katanya.
Eks Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu menuturkan, pertemuan yang aktif dilakukan Prabowo kepada parpol-parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf adalah bagian dari upaya rekonsiliasi pascapilpres. Dia tak menjawab jelas, apakah pertemuan itu menyangkut bergabungnya Gerindra ke dalam kabinet atau tidak.
"Saya pikir ini upaya rekonsiliasi yang terus dilakukan pascakontestasi, harus ada keguyuban. Apakah selanjutnya kemudian kita dalam posisi oposisi atau mitra internal ya itu lain," tutup dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan