News
·
18 September 2020 16:10

Siapa 'King Maker' di Kasus Jaksa Pinangki?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Siapa 'King Maker' di Kasus Jaksa Pinangki? (8108)
Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa bebas Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
KPK tengah mengawasi atau supervisi kasus dugaan suap dan pencucian uang Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Meski kasus tersebut dalam waktu dekat bakal disidang, tak membuat KPK mengendorkan supervisi. Bahkan KPK meminta masyarakat memberikan informasi mengenai kasus Pinangki.
ADVERTISEMENT
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menjadi salah satu elemen masyarakat mengawal kasus Pinangki dan beberapa kali memberikan informasi kepada KPK.
MAKI pernah memberikan info soal kode 'Bapakmu-Bapakku' di kasus ini, serta inisial beberapa pihak yang diduga terkait seperti 'JA'
Terakhir, MAKI memberikan informasi adanya istilah 'King Maker' dalam kasus Pinangki. Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengaku mendapatkan informasi tersebut dari informannya. Istilah itu muncul diduga dari percakapan antara Pinangki dengan eks pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking.
Siapa 'King Maker' di Kasus Jaksa Pinangki? (8109)
Koordinator Maki, Boyamin, di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (6/1). Foto: Abyan Faisal/kumparan
Lalu siapa sosok dan bagaimana peran King Maker?
Boyamin menyatakan sosok King Maker secara lengkap telah disampaikan ke KPK. Meski demikian secara gambaran umum, King Maker diduga merupakan pihak yang mengatur pertemuan antara Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra. Bahkan, kata Boyamin, diduga King Maker mengetahui proses pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).
ADVERTISEMENT
"King Maker ini membuat Pinangki dan Rahmat menemui Djoko Tjandra, Kemudian mengetahui proses-proses itu (fatwa ke MA)" ucap Boyamin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (18/9).
Namun menurut Boyamin, saat Pinangki dan Anita Kolopaking pecah kongsi, King Maker justru berupaya menggagalkan upaya PK Djoko Tjandra. Boyamin menyebut, King Maker tak ingin Anita Kolopaking yang saat itu menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra, berhasil dalam upaya PK. Dengan kata lain, King Maker diduga berpihak kepada Jaksa Pinangki.
Siapa 'King Maker' di Kasus Jaksa Pinangki? (8110)
Pengacara dari buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra, Anita Kolopaking usai menjalani pemerikaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta. Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
"Ketika Pinangki pecah kongsi dengan Anita, dan yang mendapatkan rezeki seakan-akan Anita dari Djoko Tjandra, maka King Maker berusaha membatalkan dan membuyarkan PK itu," kata Boyamin.
"King Maker ini mampu buat pergerakan awal untuk fatwa itu, terus pergerakan sampai buyarkan paket berikutnya karena Pinangki pecah kongsi dengan Anita. Anita berjalan sendiri mengurusi PK, King Maker buat sesuatu ini buyar. Setidaknya dia senang dan ketawa ketika paket PK Anita itu bubar. King Maker itu di belakang itu semua, di belakang layar sehingga bubar. Istilahku itu 'kalau gue gak makan, lu juga gak makan'," lanjutnya.
Siapa 'King Maker' di Kasus Jaksa Pinangki? (8111)
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin (31/8). Foto: Adam Bariq/ANTARA FOTO
Boyamin tak bisa menyebutkan siapa King Maker, termasuk apakah penegak hukum atau tidak. Sebab informasi tersebut harus didalami KPK agar terungkap fakta sebenarnya.
ADVERTISEMENT
"Bisa penegak hukum, bisa bukan. Bisa penegak hukum yang sekarang (menjabat), bisa yang pensiun. Inilah tugas KPK menelusuri King Maker ini," kata Boyamin.