kumparan
3 Juni 2018 17:18

Siapa Penembak Razan Al Najjar?

Rebeca dan Razan al-Najjar (Foto: Instagram/@malak_elfahri)
Dunia internasional sedang geger dengan kematian Razan Al Najjar, perawat sukarela asal Palestina yang dihujam timah panas militer Israel. Publik pun mencari tahu, siapa sebenarnya penembak dari Najjar hingga mengakibatkan perempuan 21 tahun itu tewas.
ADVERTISEMENT
Beredar kabar, penembak Najjar bernama Rebecca yang merupakan anggota dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Namun tidak diketahui nama lengkap dari Rebecca.
Seperti dikutip dari the_emancipated, Minggu (3/6), Rebecca lahir dan besar di Boston, Amerika Serikat. Keluarganya merupakan penganut Yahudi yang taat.
Razan al-Najjar (Foto: Instagram/@ __mohano__ )
Meski berkewarganegaraan Amerika Serikat, namun ia tetap membela Israel yang dia tahu dan cintai. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel terkait tudingan terhadap Rebecca. Rencananya militer Israel akan menyelidiki pembunuhan nyata oleh pasukannya itu kepada Najjar.
Meski akan menyelidiki, militer Israel tetap membela diri dengan mengatakan militan Palestina juga menyerang pasukannya di sepanjang perbatasan dengan tembakan dan granat. Sementara itu dilansir The Guardian, juru bicara Menteri Kesehatan Palestina, Ashraf Al-Qudra, menyebutkan, Najjar masih mengenakan seragam medis saat peluru menembus tepat di dadanya.
Warga membawa jenazah Razan al Najjar. (Foto: AFP/Mahmud Hams)
Ini adalah serangan terburuk sejak perang di Gaza 2014. Serangan itu, diikuti oleh aksi demonstrasi dan bentrokan mematikan di sepanjang perbatasan sejak 30 Maret lalu.
ADVERTISEMENT
Jenazah Razan telah dimakamkan di Khan Yunis dengan diantar oleh ribuan warga Palestina. Raut wajah sedih dan tetesan air mata berlinang di wajah mereka yang mengantar jenazah Razan. Saat pemakaman, ayah dari Razan terus mendekap jas putih yang putrinya kenakan saat membantu para demonstran.
Raut wajah sang ayah terlihat tegar meski anaknya telah tewas. Kematian Razan menambah daftar warga Palestina yang tewas oleh peluru Israel, menjadi 123 orang.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan