Sidang Etik Firli Bahuri Jadi Ujian Dewas KPK Buktikan Kredibilitas

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan di Rapat Koordinasi dan Sinergi Penyelenggaraan di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 di Surabaya, Jawa Timur.  Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan di Rapat Koordinasi dan Sinergi Penyelenggaraan di Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 di Surabaya, Jawa Timur. Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Komjen Firli Bahuri akan menjalani sidang etik oleh Dewas KPK pada Selasa (25/8). Sidang ini dinilai menjadi ajang pembuktian integritas Dewas KPK dalam memutus kasus dugaan etik.

"Ini ujian bagi Dewas dan juga akan menentukan sejauh mana publik masih bisa dapat percaya pada kredibilitas KPK sebagai lembaga dan juga integritas para pemimpinnya," kata Anggota Transparency International Indonesia (TII), Natalia Soebagjo, dalam diskusi yang digelar ICW, Senin (24/8).

Terkait dugaan etik Firli, Natalia sebenarnya menilai hal tersebut tak perlu terjadi. Ia menyayangkan keputusan Firli naik helikopter dengan alasan sempitnya waktu cuti.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan alasan Firli naik helikopter dari Palembang ke Baturaja, Sumatera Selatan, lantaran efektifitas waktu. Sebab, Firli hanya cuti satu hari.

embed from external kumparan

"Dugaan ini seharusnya tidak perlu terjadi, seharusnya seorang pimpinan KPK yang meski cuti sehari pengin ketemu keluarga pakai helikopter alasannya waktu singkat untuk kunjungi keluarganya, itu buat saya suatu kekonyolan," kata Natalia.

Dewan Pengawas KPK melambaikan tangan saat mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

"Kalau cutinya hanya sehari jangan pergi ke tempat yang jauh-jauh. Jadi saya merasa bahwa kita buang waktu untuk bicarakan hal-hal yang seharusnya tak terjadi," sambungnya.

Ia pun menanti seperti apa putusan Dewas KPK terkait dugaan pelanggaran etik Firli ini. Ia harap hasilnya dapat disampaikan ke publik dengan transparan.

"Dengan demikian saya sangat menanti-nanti putusan Dewas ini apa, saya tidak tahu itu diumumkan ke publik atau penilaian internal. Tapi harapannya itu disampaikan ke publik. Tapi keinginan itu belum tentu dipenuhi jadi kita siap-siap aja," kata Natalia.

"Ini sebetulnya ujian bagi Dewas, dan putusannya akan tentukan kredibilitas institusi ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Dewas Syamsuddin Haris memang menyatakan hasil sidang etik akan dibuka ke publik. Namun prosesnya akan berjalan tertutup.