kumparan
News17 Maret 2020 8:24

Soal Trending #CopotKapoldaSultra Terkait TKA China, Ini Kata Brigjen Merdisyam

Konten Redaksi kumparan
Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam di Rupatama Mabes Polri.
Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam di Rupatama Mabes Polri. Foto: Mirsan Simamora/kumparan
Publik geger terkait kedatangan 49 TKA asal China. Padahal di tengah isu virus corona, ada pembatasan kedatangan WNA dari sejumlah negara, termasuk China.
ADVERTISEMENT
Soal kedatangan 49 TKA China ke Kendari, Sultra itu ramai manakala beredar video yang diunggah Harjono.
Dalam videonya Harjono menyebut TKA itu datang dari China dan dia khawatir terkena virus corona. Video berdurasi 58 detik itu viral.
Video itu kemudian menjadi bumerang buat Harjono. Info yang dia berikan soal kedatangan TKA China malah berujung pemeriksaan oleh polisi.
Publik bereaksi atas pemeriksaan pada Harjono itu. Alhasil sejak Senin (16/3) malam hingga Selasa (17/3) pagi di twitter muncul trending #CopotKapoldaSultra.
kumparan sempat melihat cuitan-cuitan soal trending itu. Rupa-rupa suara netizen mengecam proses pemeriksaan pada Harjono.
Bahkan saat Harjono dipamerkan ke publik dan meminta maaf, publik mengkritik balik Polda Sultra.
Ribuan kicauan soal #CopotKapoldaSultra itu disampaikan.
ADVERTISEMENT
kumparan lalu mencoba meminta tanggapan Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam atas keramaian di medsos ini.
Merespons hal itu, Brigjen Pol Merdisyam membeberkan perihal kasus Harjono.
Kata dia, Harjono ini awalnya diamankan oleh pihak Lanud Kendari lalu diserahkan ke Polda Sultra. Pihak kepolisian yang diserahi Harjono kemudian meminta keterangan.
"Kita menerima penyerahan dari Lanud karena waktu itu diamankan oleh Lanud. Kemudian kita minta keterangan besok paginya sudah kita lepas,” kata Merdisyam saat dihubungi kumparan.
Dia juga menyampaikan, pihak kepolisian sendiri memeriksa Harjono karena ucapannya di video bahwa 49 TKA itu terjangkit corona.
Menurut Merdisyam, pemeriksaan berdasarkan undang-undang ITE. Pasalnya Harjono menyebut 49 WN China tersebut terjangkit virus corona. Polisi pun memintai keterangan Harjono terkait motif dibalik pembuatan video.
ADVERTISEMENT
“Waktu itu teman-teman wartawan menanyakan bagaimana Pak dengan ini. Secara normatif memang kita bilang apa, kalau di dalam inikan ada aturan untuk terkait dengan undang-undang ITE. Tapikan itu juga kalau dalam motif dan dalam inikan bisa kita ketahui. Sekarangkan enggak ada proses yang diinikan,” ujar Merdisyam memberi penjelasan.
Sebelumnya menanggapi video viral tersebut, Kepala Polda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam, kepada kendarinesia menjelaskan video tersebut benar. TKA asal China yang ada di dalam video itu berkerja disalah satu perusahaan pemurnian nikel di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra.
Kata Merdi, jumlah TKA yang datang di dalam video tersebut adalah 40 orang. Puluhan TKA itu, kata dia, bukan datang dari China, tapi dari Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Jadi kami sudah konfirmasi bersama dengan Pak Danlanud atas video itu. Kami juga sudah melakukan pengecekan langsung. Bahwa benar, mereka adalah TKA yang berkerja disalah satu perusahaan smelter yang ada di Sultra, yang kembali dari memperpanjang visa di Jakarta, jadi bukan mereka baru datang dari China," jelas Merdisyam.
Namun informasi ini berbeda dengan keterangan Imigrasi. Disebutkan bahwa TKA ini datang dari China dan transit via Thailand.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan