kumparan
29 September 2018 15:39

Sobat Air ADES Ikut Bangun Bak Air Bersih di Desa Leong, NTT

Sobat Air ADES membantu membangun bak penampungan air. (Foto: kumparan)
Tak hanya belajar konservasi air, para Sobat Air ADES juga terjun langsung membantu warga sekitar dalam Conservacation di NTT. Di Desa Leong, Manggarai Timur, mereka bahkan ikut membangun bak penampungan air bersih dari ADES.
ADVERTISEMENT
Bak air ini sangat dibutuhkan oleh warga setempat. Sebab sebelumnya, warga yang ingin mendapatkan air bersih untuk minum harus berjalan ke mata air yang aksesnya sangat sulit.
"Tiga minggu lalu ada tim survei yang datang untuk melihat beberapa sumber mata air. Dari sekian sumber, hanya dua yang bisa digunakan untuk minum, Waelekem dan Nuarutung," kata Kepala Badan Permusyawaratan Desa Leong, Hilarius Papu, di sumber mata air Waelekem, Kecamatan Pocoranaka, Manggarai Timur, NTT, Kamis (27/9).
Sobat Air ADES membangun bak penampungan air di Bea Muring. (Foto: kumparan)
Tak hanya sebagai sumber air bersih, mata air Waelekem juga menjadi tempat sakral bagi masyarakat setempat. Hilarius menyebut, setiap diadakan upacara caci menyambut masa panen, selalu ada persembahan ayam dan tuak di mata air ini.
"Kalau menurut adat kami adalah setiap ada acara caci di sini, ada persembahan bawa ayam dan tuak dan ada acara ronda sekampung. Ini air penyembahan setiap ada acara caci," jelas Hilarius.
ADVERTISEMENT
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada ADES yang telah membantu membuat jalur air bersih dan bak penampungan. Jika bak tersebut sudah siap, warga setempat tidak perlu bersusah payah melewati hutan untuk mengambil air bersih untuk minum.
"Dengan adanya bantuan ADES ini, air ini bisa ditampung dan dibawa ke rumah masing-masing," tuturnya.
Sobat Air ADES membantu membangun bak penampungan air. (Foto: kumparan)
Koordinator Program Coca Cola Foundation Indonesia, Agus Priyono, menyebut jalur air bersih dan bak penampungan merupakan wacana masyarakat setempat. Setelah proposal masuk, pihak ADES langsung terjun dan memberikan bantuan.
"Tapi yang mengerjakan masyarakat setempat, di sini tidak menggunakan kontraktor. Nantinya, bak ini bisa digunakan untuk menghidupi sekitar 100 rumah di sini," jelas Agus.
Setelah mengunjungi mata air Waelekem dan menyusuri jalur air, Sobat Air ADES langsung ikut membantu membuat bak penampungan air bersih. Bersama warga, mereka tampak bersemangat membangun fasilitas bagi desa tersebut.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan