News
·
15 September 2021 19:56
·
waktu baca 2 menit

Sopir Bus di Garut Ditangkap Polisi, Diduga Pengedar dan Pemakai Narkoba

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sopir Bus di Garut Ditangkap Polisi, Diduga Pengedar dan Pemakai Narkoba (74409)
searchPerbesar
Ilustrasi pengguna narkoba tertangkap. Foto: Shutter Stock
Seorang sopir bus di Kabupaten Garut yang berinisial H, ditangkap Tim Sancang Polres Garut beberapa saat setelah sampai di Terminal Guntur Garut usai membawa penumpang dari Jakarta. Diduga, H merupakan pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu di wilayah selatan Garut.
ADVERTISEMENT
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, penangkapan H berawal dari laporan warga yang mencurigai aktivitas yang dilakukannya.
“Dari informasi yang diterima, H ini bukan hanya pengedar tapi juga pemakai,” ujarnya, Rabu (15/9).
Berbekal informasi tersebut, pihaknya menurunkan Tim Sancang Polres Garut untuk melakukan penyelidikan. Setelah kontrakan H diketahui, pihaknya langsung melakukan rencana penangkapan.
“H kita tangkap pada Sabtu (11/9) dini hari saat pulang kerja mengangkut penumpang ke Garut dari Jakarta. Kita lakukan penggeledahan dan tes urine. Dalam penggeledahan kita temukan barang bukti sabu 5 gram, bong, dan timbangan elektrik. Saat dites urine ternyata H ini positif methamphetamine atau sabu. Jadi dia nyopirin bus setelah pakai sabu,” jelas Hadicaksono.
Pelaku H saat ini oleh Tim Sancang langsung dibawa ke Polres Garut untuk pemeriksaan lebih jauh. Dalam pemeriksaan diketahui bahwa H kerap memakai sabu sebelum mengangkut penumpang dari terminal.
ADVERTISEMENT
Selain menjadi pemakai, H juga mengakui sebagai pengedar narkotika jenis sabu di kawasan Garut Selatan, mulai Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, Cisompet, Cibalong, hingga Caringin.
Selain itu, H juga diketahui merupakan pengedar jaringan Garut selatan yang mengedarkan sabu di sejumlah tempat wisata, mulai Sayang Heulang, Santolo, dan lainnya. Diduga, H mendapatkan barang tersebut saat melakukan perjalanan ke Jakarta lalu diedarkan di Garut selatan.
“H kita kenakan pasal 112 ayat 2 juncto pasal 114 ayat 2 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” katanya.
Selain pelaku H, Tim Sancang Polres Garut juga menangkap 15 pengedar dan pemakai narkoba lainnya di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut dalam kurun waktu dua minggu. Ke 15 pelaku yang ditangkap berinisial M, AN, P, AS, SM, AA, MI, AR, SH, SN, IS, CC, WH, YS dan RP.
ADVERTISEMENT
“Mereka kita tangkap di sejumlah wilayah, mulai Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Karangpawitan, Cibiuk, dan Malangbong. 1 orang yang kita tangkap adalah perempuan, 14 lainnya laki-laki. Mereka ini adalah pengedar atau penjual dan pengguna narkoba. Jadi total selama dua minggu kita tangkap 16,” tandas Hadicaksono.
==