Suami Tak Tahu Istri Punya Banyak Utang ke Pinjol hingga Bunuh Diri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bunuh diri. Foto: Shutter Stock

Seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38) di Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, nekat bunuh diri karena terlilit utang pinjaman online (pinjol). Sementara itu, suami korban justru tidak tahu jika istrinya itu punya banyak utang.

Hal itu disampaikan oleh Plt Camat Giriwoyo Fuad Wahyu Pratama. Fuad mengatakan selama hidupnya WPS pinjam banyak utang dari pinjol dan bank plecit (bank informal) tanpa sepengetahuan sang suami.

Bahkan, suaminya baru tahu WPS punya banyak utang setelah membaca surat wasiat sebelum WPS gantung diri.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 25 data

No.
Nama Pinjol
Besar Utang
1
Uangkoe
Rp 1,8 juta (Lunas)
2
Fulus Pro Terbaik
Rp 2 juta (Lunas)
3
Dompet Pundi
Rp 1,6 juta (Lunas)
4
Tabungan Kilat
Rp 3 juta
5
Pinjaman Bantuan
Rp 2 juta
6
Uang Bantuan
Rp 2,3 juta
7
Uang Fulus
Rp 1,8 juta
8
Pundi Untung Pro
Rp 2 juta
9
Uang Nasional
Rp 2 juta
10
Fulus Cerdas
Rp 2,4 juta

1 - 10 dari 25 baris

"Dia (WPS) melakukan pinjol, tapi tanpa sepengetahuan suami. Baru tahu istri punya utang pinjol dari surat wasiat," ujar Fuad saat dihubungi kumparan, Selasa (5/10).

Ia mengatakan nilai utang yang sangat banyak itu juga mengagetkan keluarga korban. Untuk melunasi utang tersebut, suami korban yang hanya bekerja sebagai nelayan juga bingung.

Infografik Waspada Pinjol Ilegal. Foto: Tim Kreatif kumparan

"Suami korban kerjanya hanya nelayan di daerah setempat tak jauh dari rumah. Kalau korban (WPS) selama hidupnya hanya sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga)," kata Fuad.

Ditanya terkait besaran utang yang nilainya mencapai puluhan juta digunakan untuk apa oleh korban, ia mengaku kurang mengetahuinya. Kasus ini bisa jadi pelajaran warga di Kecamatan Giriwoyo agar tidak mudah pinjam uang dengan pinjol.

"Uang pinjol buat apa? Saya tidak monitor. Belum pantau sampai di situ," kata Fuad.

Ia menambahkan WPS dalam hal ini meninggalkan dua anak kembar yang sama-sama berusia 13 tahun dan sekolah di bangku SMP di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.

"Korban punya anak kembar. Sekarang dirawat suaminya," tutup Fuad.