kumparan
2 Juli 2018 14:05

Suara di Jateng dan Jabar Melesat, Gerindra Optimistis Menang Pilpres

Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria
Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Jumlah suara paslon yang diusung Gerindra di Pilgub Jabar dan Pilgub Jateng melesat di luar dugaan. Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menilai, hal itu bisa semakin meyakinkan Gerindra untuk menang di Pilpres 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
Riza menilai, dua sosok cagub yang diusung Gerindra, yakni Sudrajat dan Sudirman Said, merupakan tokoh yang belum lama muncul di jagat politik. Namun, keduanya berhasil mendulang suara melebihi prediksi hasil survei.
“Bagaimana ke depan kalau yang ditampilkan Pak Prabowo (sebagai capres)? Tentu hasilnya kami optimistis bisa memenangkan pilpres. Tidak hanya di Jawa tetapi juga di provinsi lainnya,” ucap Riza, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/7).
Dia mengatakan, hasil Pilgub Jabar dan Pilgub Jateng merupakan kesuksesan besar bagi partainya. Padahal, menurut dia, hampir semua lembaga survei memprediksi pasangan calon yang diusung Gerindra dan koalisinya hanya mampu meraih suara di bawah 8 persen.
Prabowo Subianto di Rakornas Gerindra
Prabowo Subianto di Rakornas Gerindra (Foto: Dok. Gerindra)
“Ini menunjukkan bahwa mesin partai bekerja dengan efektif. Mesin partai mendukung kehadiran Pak Prabowo sebagai capres. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa dukungan di Jabar dan Jateng terhadap paslon Gerindra. Selain karena figur paslon, juga tentu karena faktor figur Pak Prabowo itu sendiri,“ kata Riza.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Riza tak menampik bahwa perolehan suara yang signifikan di Jabar dan Jateng karena faktor dukungan dari PAN, PKS dan PKB sebagai partai koalisi. Oleh karena itu, ia menyebut, partainya kini terus melakukan komunikasi dengan partai-partai tersebut, agar bisa berkoalisi di Pilpres 2019.
Pertimbangan itu, juga dilakukan untuk menentukan pendamping Prabowo di pilpres mendatang. Menurut Riza, partainya tengah menimbang siapa tokoh dari masing-masing partai calon koalisi yang akan dijadikan sebagai cawapres.
“Terkait wapres kita mempertimbangkan partai yang berkoalisi. Sampai saat ini partai kami terus bersilaturahmi, bersinergi, dengan partai yang akan berkoalisi, seperti PKS, PAN, PBB. Bisa saja dengan PKB dan sangat mungkin dengan Demokrat,” tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan