kumparan
19 Juni 2018 13:39

Suara Tangis Menyayat Hati Anak-anak Imigran Ilegal di AS

Anak-anak imigran di perbatasan AS-Meksiko
Anak-anak imigran di perbatasan AS-Meksiko (Foto: AFP)
Beredar di jagat maya sebuah audio yang memperdengarkan tangisan yang memilukan dan menyayat hati para anak-anak imigran Amerika Serikat yang harus terpisah dari orangtuanya.
ADVERTISEMENT
Mereka menjadi korban dari kebijakan imigrasi yang baru dikeluarkan Presiden Donald Trump. Berdasarkan kebijakan tersebut, para imigran ilegal akan dipenjara sementara anak-anak mereka ditahan di penampungan yang berbeda.
"Papa! Papa!" tangis seorang anak terdengar dalam rekaman audio yang disebarluaskan oleh lembaga nonprofit ProPublica dan diunggah oleh Associated Press, Selasa (19/6).
Anak-anak itu memohon kepada para petugas agar dapat bersatu dengan keluarganya.
"Aku tak mau mereka mendeportasi ayahku,"
"Setidaknya bolehkah aku pergi dengan tanteku?" ucap mereka.
Anak-anak imigran di perbatasan AS-Meksiko
Anak-anak imigran di perbatasan AS-Meksiko (Foto: AFP)
Namun seorang petugas perbatasan berkelakar suara tangisan anak-anak itu seperti sebuah orkestra.
"Wah, ada pertunjukan orkestra di sini," celotehnya.
Tangisan mereka sangat memilukan, memicu kesedihan dan kecaman di media sosial. Ucapan keprihatinan bermunculan di Twitter, sembari mengutuk Trump.
ADVERTISEMENT
"Saya berdoa Trump dan kroninya mendengarkan tangisan anak-anak ini ketika mereka dibakar di neraka," kata pengguna Twitter @bevysmith.
"Anak-anak dipisahkan dari orang tua mereka sangat tidak manusiawi," kata pengguna Twitter lainnya, @albacarina.
Menanggapi munculnya rekaman itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kirstjen Nielsen mengaku belum mendengar secara langsung dan berdalih pihaknya memperlakukan anak-anak secara manusiawi. Ia menjelaskan pemerintah memiliki prosedur tertinggi di pusat-pusat penahanan.
Di sisi lain pengacara HAM Jennifer Harbury mengatakan bahwa audio itu direkam pekan lalu, namun tak menyebut di mana.
Kemunculan rekaman tersebut bersamaan dengan ramainya politisi dan advokat yang mengunjungi pusat-pusat penahanan imigrasi AS di perbatasan AS-Meksiko. Langkah itu juga dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan Trump.
ADVERTISEMENT
"Kami sangat terpukul melihat keluarga terpisah di perbatasan. Kami meminta para pemangku kebijakan agar mencari solusi yang penuh kasih (bagi sesama manusia)," ujar pernyataan yang dikeluarkan Gereja Mormon.
Protes imigran di perbatasan AS-Meksiko
Protes imigran di perbatasan AS-Meksiko (Foto: AFP)
Menurut laporan yang diturunkan AP, lebih dari 1.100 orang dewasa dan anak-anak ditahan di gedung tua bekas rumah sakit di Texas. Di dalamnya, para orang dewasa dan anak-anak dibagi ke dalam ruang berbeda.
Anggota Partai Demokrat di New Mexico, Ben Ray Lujan, mengatakan gedung yang sempat dijadikan rumah sakit itu kini didesain bersekat-sekat agar dapat menampung anak-anak tersebut berdasarkan usianya.
Ia menambahkan di sana juga ada ruang-ruang kecil untuk bayi dan balita.
Ratusan anak-anak imigran dikurung dalam sangkar-sangkar besi yang berisi sekitar 20 anak tiap sangkarnya.
ADVERTISEMENT
"Orang kulit putih akan menangis dan membuat petisi karena ada anjing yang dikurung di kandang sempit diperlakukan tidak baik, tapi berpaling dan mengatakan anak-anak layak mendapat perlakuan yang sama karena mereka imigran??? Saya muak," ujar akun bernama Lex di Twitter.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan