kumparan
13 September 2019 11:15

Sudirman Said soal Saut Mundur: Lonceng Peringatan Ada yang Tak Beres

Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Foto: Dok. kumparan
Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said merespons mundurnya Saut Situmorang dari kursi wakil ketua KPK. Menurutnya, ini menjadi catatan buruk bagi sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Akan jadi catatan bagi sejarah pemberantasan korupsi, ini situasi yang amat suram. Pak Saut adalah pribadi yang tegar dan kuat. Kalau orang seperti dia mundur, seharusnya menjadi semacam “lonceng peringatan”, ada hal yang tidak beres," kata Sudirman, Jumat (13/9).
Sudirman menambahkan, pemerkosaan terhadap KPK saat ini terus terjadi. Hal ini, kata penggiat antikorupsi ini, seharusnya tak boleh dibiarkan terus.
"Bangsa ini sedang berduka, kehilangan tokoh panutan utama, Presiden BJ Habibie. Tapi di tengah suasana duka proses “pemerkosaan” pada KPK terus dilangsungkan, dan seperti luput dari perhatian," ungkap Sudirman.
Reaksi Saut, lanjut dia, harus dibaca sebagai “bel panggilan” kepada semua yang masih sayang pada Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kita patut bertanya: “apakah bangsa ini dalam keadaan baik baik saja?” ungkap Sudirman yang juga Pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia ini.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang konpers mengenai kasus BLBI. Foto: Fanny Kusumawrdhani/kumparan
Sudirman juga menyoroti keputusan Presiden Jokowi yang menerbitkan Surat Presiden terkait revisi UU KPK dan pimpinan baru periode 2019-2023.
"Surat Presiden akan mendorong pembahasan revisi UU KPK. Pimpinan telah dipilih, dan seperti dikhawatirkan banyak aktivis yang terpilih figur yang memiliki catatan kurang baik," ujar mantan Menteri ESDM ini.
Saut telah mengumumkan pengunduran dirinya kepada seluruh pegawai KPK. Padahal, masa jabatannya baru habis Desember 2019.
Ia mengutarakan permintaan maafnya kepada seluruh pegawai KPK atas sikapnya yang menurutnya nyeleneh dibanding empat pimpinan lainnya. Dalam suratnya, Saut pun meminta agar seluruh pegawai KPK tetap menanamkan 9 nilai luhur yang selama ini ada di KPK.
ADVERTISEMENT
"Saya tahu beberapa di antara teman-teman pasti pernah sebel bingit sama saya karena style saya. Saya mohon maaf karena dalam banyak hal memang kita harus bisa membedakan antara cemen dengan penegakan 9 nilai KPK yang kita miliki (jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil) yang kita tanamkan dan ajarkan selama ini," ucap Saut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan