Sultan HB X Soroti 2 Klaster Takziah di Sleman: Masyarakat Jangan Seenaknya

30 Maret 2021 15:19
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sultan HB X Soroti 2 Klaster Takziah di Sleman: Masyarakat Jangan Seenaknya (146978)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Foto: Arfiansyan Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X atau Sultan HB X menyoroti munculnya dua klaster takziah di Sleman. Raja Keraton Yogyakarta itu meminta Kabupaten Sleman memperketat protokol kesehatan.
ADVERTISEMENT
"Saya hanya punya harapan bagaimana Sleman itu makin ketat. Mengetati dalam arti pengawasan untuk tidak berkerumun," kata Sultan HB X ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Selasa (30/3).
Sultan juga meminta Pemkab Sleman mengawasi masyarakat agar tidak seenaknya sendiri. Ia menyebut masih banyak orang keluar nongkrong dengan alasan cari makan. Lalu ada juga orang yang melangsungkan pesta pernikahan secara sembunyi-sembunyi.
"Ya sering seenaknya sendiri. Dalam arti (keluar) alasan cari makan, tidak ada (pesta) perkawinan, ada (pesta) perkawinan ning didelikke (disembunyikan) gitu lho. Saya kira itu yang rugi masyarakat sendiri," ujarnya.
Sultan HB X Soroti 2 Klaster Takziah di Sleman: Masyarakat Jangan Seenaknya (146979)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) Corona masal di GOR Pangukan, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (12/5). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
"Jadi saya mohon Sleman itu memperhatikan mobilitas masyarakat untuk tidak seenaknya sendiri. Disiplin harus diterapkan. Khususnya Sleman," tegas Sultan HB X.
ADVERTISEMENT
Sleman menjadi sorotan Ngarso Dalem karena kasus COVID-19 di sana masih tinggi. Tercatat per 28 Maret, kasus konfirmasi mencapai 11.826 kasus dengan rincian 10.444 di antaranya sembuh dan 322 meninggal dunia.
"Jadi harapan kita semuanya sudah turun, Sleman belum turun dari 1.000 (kasus aktif), di atas 1.000 sampai sekarang," tutup Sultan HB X.
Sebelumnya, dua klaster takziah di Sleman berada di Dusun Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik dan di Dusun Plalangan, Desa Pandowoharjo.
Total ada 44 orang positif corona di Dusun Blekik, Sedangkan di Desa Sardonoharjo ada 32 orang dinyatakan positif.
Kasus keduanya juga mirip. Berawal dari warga yang meninggal bukan corona, warga lain lantas melayat. Namun selang beberapa waktu keluarga dari warga yang meninggal itu terkonfirmasi corona sehingga dilakukan tracing meluas.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020