News
·
23 Oktober 2020 17:08

Sumut Berharap Dapat 8,2 Juta Vaksin Corona, Digunakan untuk Orang Prioritas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sumut Berharap Dapat 8,2 Juta Vaksin Corona,  Digunakan untuk Orang Prioritas  (89311)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berharap mendapatkan vaksin corona sebanyak 8,2 juta. Pasalnya Sumut masuk salah satu wilayah dengan jumlah kasus corona tertinggi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“8,2 juta (vaksin), karena kita 10 daerah prioritas. 10 provinsi yang kasusnya tinggi itu yang jadi prioritas,” ujar Kadis Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahid, Jumat (23/10).
Pada dasarnya kata Alwi Idealnya seluruh masyarakat diberikan vaksin corona. Namun karena sejauh ini jumlahnya terbatas, vaksin akan diberikan kepada masyarakat dengan prioritas tertentu saja.
Prinsipnya, semua harus dapat, namun prioritasnya harus sesuai dengan petunjuk dari pemerintah pusat,” ujarnya
“Prioritasnya Nakes, TNI, Polri, ketiga petugas yang banyak kontak dengan masyarakat. Berikutnya baru yang lain lain,” ujar Alwi
Meskipun nantinya, masyarakat Sumut mendapatkan vaksin. Alwi berharap warga tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Tidak ada yang sempurna, tetap ada kemungkinan vaksin tidak memberikan proteksi 100 persen terhadap yang divaksin, karena itu protokol kesehatan tetap harus dijaga,” ujar Alwi
ADVERTISEMENT
Sebelumnya jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, belum ada daftar resmi terkait hal tersebut. Keputusan terkait daerah yang akan mendapat prioritas vaksin corona saat ini.
Sumut Berharap Dapat 8,2 Juta Vaksin Corona,  Digunakan untuk Orang Prioritas  (89312)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
"Pengambilan keputusan mempertimbangkan aspek urgensi kebutuhan daerah tersebut membutuhkan vaksin dinilai dari berbagai variabel seperti jumlah penduduk, tingkat kasus aktif, penularan, dan sebagainya," kata Prof Wiku dalam jumpa pers virtual dari BNPB, Kamis (22/10).
Nantinya, daftar daerah yang akan dapat vaksin lebih dulu ini akan tertuang dalam roadmap vaksinasi dari Kemenkes. Wiku memastikan informasi ini akan disampaikan kepada publik secara terbuka dan transparan.
"Sampai saat ini pemerintah pusat belum mengumumkan daftar resmi daerah yang akan jadi prioritas vaksin," tutur Wiku.