Sungai Code Yogyakarta Bakal Disulap Jadi Tempat Wisata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satgas Sungai Kota Yogyakarta sedang membersihkan sampah di sepanjang Sungai Code, Kota Yogyakarta, Rabu (21/1/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Satgas Sungai Kota Yogyakarta sedang membersihkan sampah di sepanjang Sungai Code, Kota Yogyakarta, Rabu (21/1/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo ingin menyulap Sungai Code jadi tempat wisata.

Sungai Code merupakan sungai ikonik yang membelah Kota Yogyakarta menjadi dua bagian, barat dan timur serta menjadi salah satu landmark penting kota.

Di sungai ini juga terdapat beberapa jembatan yang terkenal di Yogyakarta seperti Jembatan Gondolayu dan Jembatan Sayidan.

Hal ini Hasto sampaikan saat Pengukuhan Komunitas Peduli Sungai Bendung Surokarsan-Kali Code, di Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu (21/1).

"Tempat ini tempat yang sangat strategis saya kira karena di Bendung Surokarsan sudah dibuat infrastruktur yang baik. Ada jogging track ada bangunannya ini," kata Hasto.

Di Bendung Surokarsan ini sudah ada lintasan jogging hingga bangunan pendapa. Harapannya ini dirawat dan tak disia-siakan.

"Harapannya setelah kami kukuhkan Komunitas Peduli Sungai kemudian bisa menghidupkan tempat ini. Saya yakin bisa untuk wisata di sini, hanya lingkungannya harus bersih, harus apik, rumput-rumput di dinding kita gotong royong untuk bersihkan," katanya.

Satgas Sungai Kota Yogyakarta sedang membersihkan sampah di sepanjang Sungai Code, Kota Yogyakarta, Rabu (21/1/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Selain itu dinding-dinding di sekitar bendung bisa dibuat mural yang berisi nasihat. Pengunjung dapat berswafoto di sana.

"Biar kalau di sini jadi tempat wisata, mandang ke sana enak, keren, bisa untuk selfie karena pemandangannya bagus," katanya.

Hasto menilai di lokasi ini, jika mau menjadi destinasi wisata maka harus ada magnet yang menarik wisatawan.

"Menghadirkan wisata yang sifatnya lokal dulu. Di sini bisa berbagai bentuk kreativitas kegiatan termasuk untuk tampil seni budaya. Kan ini kalau malam Minggu bisa sebagai ajang pentas budaya," kata Hasto.

Setelah kegiatan ini berjalan maka wisata lain akan bisa makin berkembang.

"Yang kita sekarang mampu dan bisa kita wujudkan seperti itu," kata Hasto.