News
·
24 Februari 2021 11:48

Supriyono Tetap Dipanggil BK DPRD Bantul soal 'Pemakaman COVID-19 Bak Anjing'

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Supriyono Tetap Dipanggil BK DPRD Bantul soal 'Pemakaman COVID-19 Bak Anjing'  (123920)
Anggota DPRD Bantul dari Partai Bulan Bintang, Supriyono, saat menyampaikan permohonan maaf. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Badan Kehormatan (BK) DPRD Bantul tetap akan memanggil anggota DPRD Bantul dari Partai Bulan Bintang (PBB), Supriyono. Ketua DPW PBB DIY itu sebelumnya menuai polemik usai menyebut pemakaman pasien COVID-19 seperti mengubur kirik atau anjing.
ADVERTISEMENT
Pernyataan Supriyono itu menuai kecaman dari para relawan pemakaman COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Supriyono lantas menyampaikan permintaan maafnya pada Selasa (23/2) kemarin.
Ketua BK DPRD Bantul, Petrus Lanjar Wijiyono, menjelaskan, dari hasil mediasi yang dilakukan pimpinan, permintaan maaf yang diminta relawan sudah dipenuhi Supriyono. Sehingga, ketika kedua pihak telah menyatakan puas, masalah dianggap selesai.
"Sesuai tatib (tata tertib) manakala mediasi dianggap clean dan clear kedua belah pihak menyatakan puas dan disaksikan pimpinan sebagai ketua mediasinya, saya kira itu tidak ada masalah lagi," ujar Lanjar melalui sambungan telepon, Rabu (24/2).
Supriyono Tetap Dipanggil BK DPRD Bantul soal 'Pemakaman COVID-19 Bak Anjing'  (123921)
Anggota DPRD Bantul dari Partai Bulan Bintang, Supriyono bersalaman dengan Ketua FPRB Bantul Waljito. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Lanjar mengatakan, tindakan berbeda akan dilakukan jika mediasi antara relawan dan Supriyono buntu, atau bahkan dibawa ke ranah hukum. Maka, pimpinan DPRD akan mendiskusikannya ke BK.
ADVERTISEMENT
"Tetapi karena secara mediasi sudah clear dan clean, artinya pimpinan sudah tidak lagi menindaklanjuti ke Badan Kehormatan," ujar anggota legislatif Partai Gerindra itu.

Supriyono Akan Diberi Nasihat

Meski permasalahan sudah selesai, BK DPRD Bantul tetap akan memanggil Supriyono. Pemanggilan ini lebih kepada memberi nasihat agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
"Namun demikian, kami sebagai ketua Badan Kehormatan nantinya kami ada rencana secara terpisah di kedewanan untuk tetap memanggil beliau. Untuk istilahnya, sesuai ketugasan kami, untuk menasihati dan mengingatkan kembali. Bahwasanya kita sebagai anggota DPRD punya garis-garis atau batasan yang kita laksanakan sesuai tata tertib," jelas Lanjar.
Supriyono Tetap Dipanggil BK DPRD Bantul soal 'Pemakaman COVID-19 Bak Anjing'  (123922)
Relawan memprotes pernyataan anggota DPRD Bantul Supriyono, di DPRD Bantul, Yogyakarta, Senin (22/2) Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Terlebih, Supriyono merupakan Wakil Ketua Badan Kehormatan, yang semestinya bisa lebih berhati-hati dalam ucapannya karena akan jadi contoh bagi anggota dewan lainnya.
ADVERTISEMENT
"Terlebih beliau adalah sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan, tentunya sebagai anggota dewan yang punya tugas. Harapannya, lebih berhati-hati dalam ucapan dan tindakan. Karena kita di Badan Kehormatan menjadi panutan teman-teman dewan lain," ungkap Lanjar.
Di sisi lain, Lanjar menuturkan permintaan maaf Supriyono sudah diterima anggota dewan lain dari berbagai fraksi.
"Dengan permintaan maaf artinya sudah legawa, kami semua fraksi kami menyepakati. Sudah menjadi keputusan pimpinan juga," tutup dia.
Sebelumnya, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, Waljito, menyampaikan para relawan pemakaman COVID-19 sudah memberikan maaf kepada Supriyono. Sehingga pihaknya tidak akan melaporkan kasus ini ke ranah hukum.
"Secara hukum kami tidak akan melaporkan karena tuntutan kita hanya satu kali 24 jam untuk minta maaf selesai," kata Waljito di DPRD Bantul, Selasa (23/2).
ADVERTISEMENT