News
·
11 Desember 2017 12:26

Surabaya, Bandung hingga Yogyakarta Raih Penghargaan Kota Cerdas 2017

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Surabaya, Bandung hingga Yogyakarta Raih Penghargaan Kota Cerdas 2017 (212517)
Wapres JK di Puncak Penganugerahan RKCI (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara puncak Penganugerahan Rating Kota Cerdas (RKCI) 2017. Dalam kesempatan itu, JK memberikan penghargaan kota cerdas kepada beberapa wali kota di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Kegiatan pemetaan ini merupakan kegiatan 2 tahunan dan dimulai pertama kali pada 2015. Kegiatan penilaian kota cerdas sendiri dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung.
Kegiatan ini adalah hasil tindak lanjut dari rangkaian kegiatan survei dan kajian kesiapan kota cerdas terhadap 93 kota di seluruh Indonesia yang telah dibuka Wapres di tempat yang sama pada 4 Mei 2017 lalu.
Berikut 15 Kota yang mendapat penghargaan RKCI tahun 2017:
Kategori kota Besar:
Surabaya, Bandung, Semarang, Bekasi, Tangerang Selatan
Kategori kota sedang: Denpasar, Binjai, Manado, Yogyakarta, Kediri
Kategori kota ecil: Magelang, Sawahlunto, Bontang, Tual, Bukittinggi
Surabaya, Bandung hingga Yogyakarta Raih Penghargaan Kota Cerdas 2017 (212518)
Wakil Presiden Jusuf Kala (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Beberapa wali kota tampak hadir dalam pemberian penghargaan ini, termasuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sedangkan Wali Kota Bandung tampak diwakilkan saat menerima penghargaan.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, JK mengucapkan selamat kepada total 15 kota peraih penghargaan Kota Cerdas 2017. "Tentu saya ingin ucapkan selamat atas penerimaan pengakuan atau hasil yang dicapai dalam usaha memakmurkan kota kita di Indonesia," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (11/12).
JK juga mengingatkan, sistem IT yang diterapkan di kota cerdas harus bisa menghasilkan kota yang baik dikemudian hari.
Ia pun mengatakan, kota cerdas seharusnya bukan hanya sekedar baik dan maju dengan segudang peralatan elektronik IT yang canggih yang dipasang.
"Kota cerdas tentu jangan dilihat panel-panel TV di ruang operasional, tinggal klik ini muncul ini. Tetapi outputnya gimana. Kota layak huni gimana, kota hijau lapangannya berapa." sebut JK.
ADVERTISEMENT
"Jangan kota hijau tapi mal saja isinya semua, sekarang mal banyak mengalami masalah, IT sendiri e-commerce, sehingga masalah dua duanya. Tantangan inilah yang kemudian menjadi penting untuk kita selesaikan," imbuhnya.