kumparan
25 Jun 2019 6:58 WIB

Surati Trump, Kim Jong-un Ucapkan Selamat Ulang Tahun

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) di Hotel Metropole, Hanoi, Vietnam. Foto: REUTERS/Leah Millis
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (22/6) lalu, baru saja mengirimkan sebuah surat untuk pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Bahkan, media Korea Utara KCNA, menyebut surat yang dikirim Trump itu memiliki 'isi yang luar biasa' sampai-sampai Kim semringah menerimanya.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari AFP, surat yang dikirim Trump untuk Kim itu adalah sebuah surat balasan. Sebab, pekan lalu, Trump mendapatkan surat dari Kim yang berisikan ucapan selamat atas hari ulang tahunnya yang ke-71 tahun.
"Korea Utara mempunyai masa depan yang fenomenal," kata Trump mengenai isi surat yang ia kirim untuk Kim dikutip dari AFP, Selasa (25/6).
Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders menyebut saat ini komunikasi antara dua pemimpin itu tengah berjalan. Sementara Sekretaris Negara Amerika, Mike Pompeo berharap agar surat yang dikirim Trump untuk Kim dapat kembali membuka jalan bagi kedua negara itu untuk melanjutkan perundingan nuklir yang terhambat.
Belakangan ini, Kim dan Trump kerap berkirim surat. Dalam suratnya, keduanya saling memuji satu sama lain. Mereka terlihat seperti sahabat pena dalam surat tersebut, tapi dalam dunia nyata keduanya berselisih paham.
ADVERTISEMENT
Hanya saja, surat terbaru yang dikirim Trump membuat Kim kegirangan. Menurut KCNA, Kim "mengatakan dengan puas bahwa isi surat itu luar biasa". Surat itu diduga balasan dari surat sebelumya yang dikirim Kim ke Trump. Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan bahwa itu adalah "surat yang indah" dari Kim, tanpa menjelaskan isinya.
Di atas kertas surat, hubungan kedua pemimpin itu terlihat baik-baik saja, bahkan mesra. Namun dalam keadaan sebenarnya, keduanya masih terlibat perselisihan.
Trump dan Kim bertemu dua kali di Singapura dan Vietnam. Pada pertemuan terakhir Februari tahun ini, keduanya tidak mencapai kesepakatan soal denuklirisasi Korut. AS menolak permintaan Korut untuk mencabut sanksi.
Baik Trump dan Kim saling menyalahkan atas kegagalan pertemuan tersebut. Sebelumnya, keduanya saling hina dan memaki secara terbuka.
ADVERTISEMENT
Gedung Putih menolak mengatakan apakah Trump mengirim surat tersebut. Namun Kantor Kepresidenan Korea Selatan membenarkannya. Mereka mengatakan, ini adalah perkembangan yang positif dalam upaya perdamaian di Semenanjung Korea.
"Pemerintah memandangnya sangat positif bahwa momentum dialog antara Korea Utara dan AS tetap dijaga melalui pertukaran surat tingkat-tinggi," kata pernyataan istana Korsel, Blue House.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan