kumparan
21 Agustus 2018 15:37

Survei: Ma'ruf Kurangi Suara Jokowi, Sandi Dongkrak Suara Prabowo

Lipsus, Duel Kedua Jokowi-Prabowo, Pendaftaran Jokowi dan Ma'ruf Amin, capres-cawapres 2019, kantor KPU
Suasana pendaftaran Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai capres-cawapres 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
LSI Denny JA merilis hasil survei soal pertarungan Jokowi-Ma'ruf Amin melawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Menurut survei tersebut, Ma'ruf Amin mengurangi suara Jokowi di sejumlah segmen pemilih
ADVERTISEMENT
"Kiai Ma'ruf sedikit mengurangi dukungan atau elektabilitas Pak Jokowi ketika kita tanyakan paket atau berpasangan," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, saat paparan di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/8).
Suara personal Jokowi berdasarkan kategori pemilih muslim 51,7 persen. Ketika berpasangan dengan Ma'ruf suaranya naik 52,3 persen. Namun di segmen pemilih non muslim, munculnya nama Ma'ruf membuat suara personal Jokowi turun.
"Jokowi di pemilih secara personal itu 70,3 persen tapi ketika berpasangan dia di angka 51,5 persen. Membawa sentimen negatif untuk saat ini," kata Adjie.
Lipsus, Duel Kedua Jokowi-Prabowo, Prabowo dan Sandi ,Gedung KPU
Prabowo dan Sandi foto bersama usai melakukan konfrensi pers di Gedung KPU, Jakrta, Jumat (10/8/2018). (Foto: Fanny Kusumawrdhani/kumparan)
Sementara itu di sisi pemilih dari kaum terpelajar, suara Jokowi juga turun ketika berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Suara personal Jokowi turun lebih dari 10 persen, sementara di suara pemilih pemula Ma'ruf juga cukup menggerus suara Jokowi.
ADVERTISEMENT
"Pemilih kaum terpelajar (9,9 persen) Jokowi di angka 50,5 persen ketika berpasangan, ada di angka 40,4 persen. Masuknya Kiai Ma'ruf mengurangi dukungan Jokowi di kaum terpelajar," kata Adjie lagi.
"Efek negatif pemilih pemula (di bawah 19 tahun).di Pilpres 2019, suara personal Jokowi di angka 47,1 persen namun masuknya Kiai Ma'ruf dia terkoreksi di angka 39,5 persen, ada penurunan juga," jelasnya.
Sebaliknya, LSI Denny JA menilai Sandiaga Uno mampu mendongkrak suara Prabowo. Hal ini lantaran Sandi perlahan-lahan masuk ke kalangan emak-emak (perempuan).
"Dia mampu menaikkan angka 30 persen. Sandi bisa menambah suara Prabowo di pemilih perempuan," jelas Adjie.
Di segmen pemilih muda, Sandi menambah suara Prabowo menjadi 39,5 persen. Sementara itu, Sandi juga menambah perolehan suara Prabowo dari segmen kaum terpelajar (pernah kuliah) dari 37,4 persen menjadi 44,5 persen.
Jokowi dan Prabowo
Jokowi dan Prabowo (Foto: Bay Ismoyo/AFP)
Data diperoleh dari survei pada tanggal 12-19 Agustus 2018 dengan 1.200 responden secara nasional. Metode sampling, multistage random sampling, dengan margin of error +/- 2.9 persen dengan cara wawancara tatap muka.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan