News
·
18 Oktober 2020 20:20

Survei: Mayoritas Masyarakat Merasa Kejahatan Meningkat Selama Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Survei: Mayoritas Masyarakat Merasa Kejahatan Meningkat Selama Pandemi (17641)
Sejumlah warung makan tutup saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat merebaknya virus corona di kawasan Kalibata, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Berdasarkan survei yang digelar Indikator Politik Indonesia, rupanya pandemi virus corona tak hanya menimbulkan masalah kesehatan saja. Karena banyak sektor ekonomi yang terdampak, mayoritas masyarakat merasa tingkat kejahatan juga meningkat.
ADVERTISEMENT
"Tingkat kejahatan selama pandemi COVID-19 dinilai semakin banyak," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi, Minggu (18/10).
Berdasarkan temuan Indikator, per September 2020, ada 51,5 persen masyarakat yang menganggap kejahatan semakin banyak. Sedangkan 39,3 persen menganggap sama saja, 7,6 persen menilai berkurang, dan 1,6 persen sisanya memilih tidak menjawab.
Selain itu, dampak ekonomi akibat pandemi virus corona juga membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih sulit. Sebanyak 55 persen masyarakat mengaku pandemi membuat mereka sulit memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, 12,3 persen merasa sulit membayar biaya sekolah, 11,5 persen kesulitan membeli kuota internet, 2,9 persen sulit membayar cicilan, 10,5 persen kehilangan pekerjaan, dan lain-lain 6,4 persen.
"Kebutuhan makan sehari-hari yang dirasa paling berat dialami akibat penurunan pendapatan rumah tangga," papar Burhanuddin.
ADVERTISEMENT
Survei Indikator dilakukan dengan metode kontak telepon dengan 1200 responden dipilih secara acak dari responden Indikator pada survei sebelumnya. Metode multistage random sampling dengan margin of error (toleransi kesalahan) 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan sejak 24-20 September 2020
****
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona